WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang pasukan Kurdi ikut campur di perang Iran.
Menurutnya, jika mereka ikut campur itu akan memperumit perang yang sudah terjadi.
Hal itu diungkapkan Trump di Air Force One, Sabtu (7/3/2026) waktu setempat.
Baca Juga: IRGC Sanggup Perang Intensif Lawan AS-Israel Selama 6 Bulan, Targetkan 200 Pangkalan dan Fasilitas
“Kami tak ingin pasukan Kurdi ikut serta. Kami tak ingin semuanya menjadi lebih kompleks daripada sebelumnya,” tuturnya dikutip dari BBC.
“Saya tak ingin melihat pasukan Kurdi terluka atau terbunuh. Dan kami memiliki hari yang bagus. Mereka ingin pergi. Namun saya mengatakan kepada mereka, saya tak ingin mereka ikut campur,” kata Trump.
Pernyataan ini muncul setelah Trump mengatakan akan mendukung sepenuhnya serangan pejuang kurdi Iran.
Gedung Putih sebelumnya membantah laporan bahwa Trump berpikiran untuk mempersenjatai pasukan Kurdi.
Kebanyakan dari mereka pernah dilatih tentara AS di masa lalu untuk menghadapi kelompok ISIS di Irak.
Trump menegaskan tak akan menghentikan serangan ke Iran hingga negara itu tak mampu bertempur lagi.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : BBC
- donald trump
- pasukan kurdi
- perang iran
- serangan as-israel
- amerika serikat





