Politik Luar Negeri Bebas Aktif Dinilai Tetap Relevan Saat Ketegangan Geopolitik Global Meningkat

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Politik luar negeri bebas aktif Indonesia dinilai tetap relevan dalam menghadapi situasi geopolitik global yang semakin kompleks di tengah meningkatnya konflik internasional dan rivalitas kekuatan besar dunia.

Ketegangan global saat ini ditandai oleh perang terbuka antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, konflik berkepanjangan Rusia dan Ukraina, serta potensi eskalasi di kawasan Laut China Selatan dan ketegangan China dengan Taiwan.

Kondisi tersebut mendorong banyak negara meninjau ulang strategi diplomasi dan keamanan nasional mereka untuk menjaga stabilitas dan kepentingan geopolitik masing-masing.

Prinsip Bebas Aktif Tetap Menjadi Landasan Diplomasi

Indonesia sejak awal kemerdekaan menerapkan politik luar negeri bebas aktif yang berarti tidak memihak blok kekuatan besar mana pun sekaligus aktif berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.

Prinsip tersebut merupakan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia harus ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Implementasi politik bebas aktif terlihat dari keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum internasional seperti Board of Peace (BoP) dan BRICS.

Partisipasi dalam forum tersebut menunjukkan Indonesia dapat menjalin hubungan dengan berbagai kekuatan global tanpa kehilangan kemandirian dalam menentukan kebijakan luar negeri.

Diplomasi Indonesia dalam Isu Palestina

Indonesia juga secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui berbagai langkah diplomasi dan bantuan kemanusiaan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa "solusi dua negara (two-state solution) adalah jalan utama untuk menyelesaikan konflik Palestina–Israel", ungkapnya.

Pemerintah Indonesia juga aktif mendorong lebih banyak negara mengakui kedaulatan Palestina serta terlibat dalam upaya stabilisasi dan rekonstruksi di Gaza.

Keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum global sekaligus menunjukkan perannya sebagai middle power yang mampu menjembatani kepentingan negara-negara besar melalui pendekatan diplomasi dan dialog.

Melalui strategi tersebut Indonesia berupaya memperkuat posisi tawar di tingkat global sekaligus menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik internasional yang terus berubah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Armand Maulana kenang Vidi Aldiano, sosok ceria dan penuh semangat
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Rybakina dan Muchova atasi tantangan set pembuka di Indian Wells
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Pramono Larang ASN Jakarta Mudik Pakai Mobil Dinas: Ada Sanksi Berat!
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gelar GoZero% Festival 2026, Telkom Pacu Inovasi Pengelolaan Sampah dan Energi Berkelanjutan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Tekan Harga Tiket Pesawat Saat Lebaran, Kemenhub Berikan Extra Flight untuk Rute Terpadat
• 52 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.