Bisnis.com,BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kinerja perdagangan internasional Jawa Barat tetap menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan [Disperindag] Jabar Nining Yuliastiani mengatakan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah saat ini sedang menjadi perhatian dunia.
"Namun dampak negatif terhadap performa ekspor daerah sejauh ini dilaporkan belum signifikan," katanya Minggu (8/6/2026).
Pada awal tahun 2026, Jawa Barat telah mencatatkan nilai ekspor nonmigas sebesar 3,12 miliar USD. Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan dengan peningkatan sebesar 3,92 % dibandingkan dengan periode Januari 2025.
"Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa daya saing produk lokal di pasar global tetap terjaga dengan baik," katanya.
Sektor industri pengolahan kembali mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung utama ekonomi Jawa Barat dengan kontribusi dominan sebesar 98,77 persen terhadap total ekspor.
"Dominasi ini mencerminkan kekuatan struktur industri manufaktur daerah yang mampu terus berproduksi dan memenuhi permintaan pasar internasional meski di tengah ketidakpastian global," paparnya.
Ditinjau dari sisi komoditas, golongan kendaraan beserta bagiannya menjadi motor penggerak utama pada periode Januari 2026.
Keberhasilan ini menurut Nining menunjukkan bahwa produk otomotif hasil industri Jawa Barat masih mendapatkan kepercayaan tinggi dan permintaan yang stabil dari berbagai negara mitra dagang.
"Amerika Serikat, Filipina, dan Jepang masih menjadi tiga negara tujuan utama bagi produk-produk asal Jawa Barat," katanya.
Menanggapi kekhawatiran mengenai dampak konflik di Timur Tengah, hingga saat ini pengaruh negatif terhadap angka ekspor belum terlihat secara nyata.
"Ini dikarenakan basis data yang tercatat merupakan performa per Januari 2026, di mana situasi konflik di kawasan Timur Tengah pada saat itu belum memasuki fase memanas," katanya.
Performa ekspor Jawa Barat ke Timur Tengah pada Januari 2026 mencatatkan tren positif dengan nilai 205,19 juta USD, atau tumbuh signifikan sebesar 21,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Uni Emirat Arab menjadi mitra tujuan utama dengan kontribusi 75,87 juta USD, disusul Arab Saudi sebesar 73,16 juta USD, dan Qatar senilai 12,95 juta USD," tutur Nining.
Ditinjau dari aspek administrasi perdagangan, penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) melalui Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Jawa Barat untuk tujuan Timur Tengah masih menunjukkan tren stabilitas sejak awal Februari 2026 hingga 5 Maret 2026.
Volume penerbitan SKA tersebut tercatat masih didominasi oleh pengiriman menuju Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, baik untuk periode
laporan Februari maupun pada periode berjalan Maret 2026.
"Data ini yang mengindikasikan arus logistik ekspor daerah masih terjaga di tengah permasalahan geopolitik saat ini," pungkasnya.





