PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merespons pembaruan klasifikasi yang dirilis lembaga pemeringkatan maskapai global, Skytrax.
Dalam pembaruan tersebut, Garuda Indonesia kini tercatat sebagai maskapai dengan rating bintang 4, setelah sebelumnya menyandang predikat bintang 5.
Manajemen Garuda Indonesia menjelaskan bahwa penilaian sertifikasi tersebut mencakup berbagai aspek layanan, terutama kualitas layanan kabin serta pelayanan awak kabin.
Berdasarkan evaluasi Skytrax, standar layanan yang saat ini disediakan Perseroan dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kriteria maskapai berbintang lima.
Meski demikian, perusahaan memandang perubahan klasifikasi tersebut sebagai bagian dari dinamika industri penerbangan global sekaligus refleksi atas fase transformasi yang sedang dijalankan Garuda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Seperti diketahui, fokus utama Perseroan belakangan ini adalah memperkuat fondasi bisnis melalui proses pemulihan perusahaan. Upaya tersebut terutama diarahkan pada penyehatan kondisi keuangan serta keberlanjutan usaha, yang menjadi prioritas setelah periode restrukturisasi yang cukup panjang.
Dalam proses konsolidasi tersebut, Garuda Indonesia secara bertahap juga melakukan berbagai perbaikan pada aspek operasional maupun layanan. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tiket Garuda Bisa Dapat Diskon 20%? Ini Syarat dan Rutenya
Sejalan dengan program transformasi layanan, perusahaan saat ini tengah menyusun roadmap peningkatan layanan secara menyeluruh. Rencana tersebut mencakup pembenahan di berbagai touch points perjalanan penumpang, mulai dari pengalaman di darat hingga selama penerbangan.
"Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, Perseroan saat ini tengah mengoptimalisasi berbagai inisiatif pembenahan secara berkelanjutan. Langkah tersebut antara lain mencakup peningkatan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan, penyegaran layanan ground service di bandara, lounge revamp, pengembangan layanan digital dan inflight service, hingga penyempurnaan berbagai elemen layanan lainnya," ujar manajemen.
Program perbaikan tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih konsisten dan nyaman bagi pelanggan. Seluruh pengembangan layanan tetap berpedoman pada konsep khas Garuda Indonesia, yakni 5 senses experience yang meliputi unsur sight, sound, scent, taste, dan touch.
Lebih lanjut, pemeringkatan Skytrax juga dipandang sebagai salah satu referensi penting bagi pelanggan dalam menilai kualitas layanan maskapai.
Karena itu, Perseroan menegaskan akan terus memperkuat posisinya sebagai full service carrier dengan mengedepankan konsep Indonesian Hospitality, melalui inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan pengalaman pelanggan di berbagai titik layanan.
Baca Juga: Danantara Siap Beli 50 Pesawat Boeing untuk Garuda Indonesia, Bayar Nyicil
Garuda Indonesia juga menargetkan tahun 2026 sebagai momentum percepatan transformasi layanan. Agenda ini berjalan seiring konsolidasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan untuk memperkuat kinerja operasional sekaligus meningkatkan pengalaman perjalanan bagi para penumpang.
Transformasi tersebut dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan penguatan tata kelola layanan sebagai salah satu fokus utama dalam agenda perbaikan kinerja perseroan sepanjang 2026.
"Melalui berbagai pembenahan mendasar di berbagai titik layanan, Perseroan akan terus mengoptimalkan kualitas layanan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menghadirkan standar layanan yang lebih konsisten sekaligus memperkuat daya saing Garuda Indonesia di kancah global," tutup manajemen.





