jpnn.com, JAKARTA - Kawasan Bundaran HI hingga Monas Jakarta Pusat hari ini diramaikan dengan Pawai Ogoh-Ogoh yang selenggarakan Pemprov DKI Jakarta.
Kegiatan dalam rangkaian Festival Nyepi 2026 itu menggandeng masyarakat Hindu Bali dari pura di Jakarta untuk membuat ogoh-ogoh dan arak-arakan.
BACA JUGA: Tak Perlu ke Bali, Ada Festival Ogoh-Ogoh di Ancol
Hujan deras yang mengguyur Kota Jakarta pada Minggu (8/3) tidak menghalangi kemeriahan pawai ogoh-ogoh tersebut. Sebanyak 13 ogoh-ogoh buatan warga Bali Hindu di Jakarta diarak beramai-ramai mulai dari Monas. Ratusan masyarakat Bali tampak gagah memakai pakaian adat masing-masing.
Musik gending dan gamelan Bali mengiringi arak-arakan ogoh-ogoh tersebut. Sebagian masyarakat Kota Jakarta yang sedang berolahraga di kawasan car free day (CFD) turut meramaikan dan mengabadikan momen setahun sekali tersebut.
BACA JUGA: Wali Kota Lepas Pawai Ogoh-ogoh Pertama di Kota Kupang
Ayu Sari, seorang warga Bali mengatakan hujan tidak menghentikan semangat umat Hindu untuk mengikuti Festival Nyepi dan Pawai Ogoh-ogoh.
“Kami semua gabungan umat di pura di Jakarta sudah berkomitmen untuk datang. Hujan gak apa-apa, kami sudah janjian semua warga Bali akan datang,” tutur Ayu yang sudah lama menetap di Jakarta tersebut.
BACA JUGA: Ogoh-Ogoh Tak Hanya Diarak Pemuda Hindu tapiâ¦
Dalam kegiatan itu juga hadir Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub Rano Karno. Keduanya memakai pakaian adat khusus pria Bali. Keduanya turut berjalan kaki menunggu arak-arakan ogoh-ogoh di Bundaran HI.
Sebelumnya Gubernur Pramono mengatakan pawai ogoh-ogoh itu merupakan bagian dari merawat dan menjaga kebudayaan Indonesia yang beragam. (flo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Natalia




