Iran tvOnenews.com - Langkah Presiden Iran minta maaf kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk menjadi sorotan dunia di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Iran setelah serangan rudal dan pesawat nirawak negaranya berdampak ke wilayah beberapa negara di kawasan.
Presiden Iran minta maaf itu diungkapkan oleh Masoud Pezeshkian yang menyatakan penyesalan atas dampak serangan militer Iran terhadap negara-negara tetangga. Pernyataan ini muncul di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
Langkah Presiden Iran minta maaf tersebut juga memperlihatkan karakter kepemimpinan Pezeshkian yang selama ini dikenal lebih terbuka terhadap diplomasi dan hubungan regional.
Presiden Iran Minta Maaf atas Dampak Serangan RudalPresiden Iran minta maaf kepada negara-negara tetangga setelah serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset militer Amerika Serikat turut berdampak ke wilayah negara Teluk.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian mengatakan bahwa Iran tetap ingin menjaga hubungan persahabatan dengan negara-negara regional berdasarkan prinsip hubungan bertetangga yang baik serta penghormatan terhadap kedaulatan wilayah.
“Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena dampak tindakan Iran,” kata Pezeshkian.
Pernyataan Presiden Iran minta maaf ini juga diikuti keputusan pemerintah Iran untuk menangguhkan serangan terhadap negara tetangga, kecuali jika wilayah mereka digunakan sebagai basis untuk menyerang Iran.
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran yang Latar Belakangnya DokterMasoud Pezeshkian bukanlah sosok baru dalam politik Iran. Presiden Iran yang kini menjadi perhatian dunia ini memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis jantung sebelum terjun ke dunia politik.
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Iran pada masa pemerintahan Presiden reformis Mohammad Khatami pada periode 2001–2005.
Selain itu, Pezeshkian juga dikenal sebagai akademisi yang pernah memimpin Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz, salah satu institusi pendidikan medis terkemuka di Iran bagian utara.
Karier politiknya semakin kuat setelah ia terpilih sebagai anggota parlemen mewakili Kota Tabriz sejak 2008.




