HARIAN FAJAR, TERNATE – Pertandingan pekan ke-25 BRI Super League antara Malut United dan PSM Makassar pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, berakhir ricuh dengan skor imbang 3-3.
Insiden serius terjadi usai laga ketika wasit berlisensi FIFA, Thoriq Alkatiri, dan perangkat pertandingan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah oknum suporter yang kecewa atas keputusan wasit. Malah kena pukul dan mendapat ancaman.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, tangan salah seorang penonton melayangkan pukulan ke badan wasit Thoriq. Kala itu sang wasit berjalan meninggalkan lapangan dan sudah dikawal aparat keamanan.
Suporter Terobos Pagar dan Ancaman di Ruang TransitSetelah pertandingan selesai, wasit dan perangkat pertandingan berjalan menuju ruang transit yang seharusnya steril dari akses publik.
Namun, sejumlah suporter yang tidak terima dengan hasil pertandingan menerobos pagar hidup yang dijaga petugas dan memasuki area ruang transit. Mereka melontarkan ancaman kepada perangkat pertandingan, memicu situasi tidak kondusif di dalam stadion.
Kondisi ini membuat aparat keamanan segera meningkatkan pengamanan. Personel gabungan TNI-Polri yang berjaga di luar stadion langsung memperketat penjagaan demi memastikan keselamatan wasit dan perangkat pertandingan setelah laga berakhir.
Apel Pengamanan dan Teguran Kepala Bagian Operasi Polres TernateKepala Bagian Operasi Polres Ternate, Mochtar Tenu, memimpin apel pengamanan usai pertandingan dan meluapkan kemarahannya kepada petugas steward yang dianggap tidak maksimal menjalankan tugas pengamanan di dalam stadion.
“Kita hadir di sini bukan untuk menyaksikan pertandingan. Kehadiran kita di sini untuk melaksanakan pengamanan, kalau tugas harus punya tanggung jawab,” jelas Mochtar saat memberikan arahan kepada anggota pengamanan.
Mochtar menegaskan bahwa pihaknya menerima laporan adanya ancaman terhadap perangkat pertandingan di ruang transit.
Ia menegaskan bahwa para steward harus memahami secara jelas tugas pengamanan dan tidak boleh menganggap remeh tanggung jawab tersebut.
“Kalian harus tahu persis tugas kalian saat di dalam stadion, jangan main-main,” pungkasnya dengan nada tegas di hadapan petugas pengamanan.
Pengawalan Ketat dan Belum Ada Pernyataan ResmiBerdasarkan pantauan di luar stadion, perangkat pertandingan akhirnya berhasil meninggalkan lokasi dengan pengawalan ketat aparat keamanan.
Mereka kemudian kembali ke hotel tempat menginap dengan pengamanan berlapis untuk memastikan keselamatan mereka.
Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, panitia pertandingan dari Malut United belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang menimpa perangkat pertandingan di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. (*)





