REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo mengajak pengemudi ojek daring (ojol) dan buruh untuk turut menjaga persatuan serta stabilitas nasional di tengah dinamika situasi global yang semakin kompleks. Menurutnya, kondisi geopolitik dunia yang memanas berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas dalam negeri sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas bertajuk “Ngayo Bumi Sriwijaya Aman Bae” di Stadion Bumi Sriwijaya, Kota Palembang. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa persatuan bangsa harus terus dijaga agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memecah belah.
- Para Ekstremis Kristen di Balik Serangan Trump ke Iran
- Peringatan dari Iran: Timur Tengah tak akan Damai Jika Pangkalan AS Masih Ada!
- Tiga Tanda Vidi Aldiano Meninggal dalam Keadaan Baik Menurut Habib Ja'far
“Dalam situasi seperti ini dibutuhkan kekuatan seluruh elemen bangsa, termasuk buruh dan komunitas ojek daring, untuk terus bersatu padu menjaga persatuan dan kesatuan serta bersama-sama mengawal stabilitas nasional,” ujar Kapolri dalam keterangannya di Jakarta, Ahad.
Kapolri menilai buruh dan pengemudi ojek daring memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional. Buruh menjadi penggerak utama roda produksi yang menopang aktivitas industri, sedangkan pengemudi ojek daring berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan konsumen sehingga mempercepat perputaran ekonomi, khususnya pada sektor menengah ke bawah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan buruh, antara lain melalui penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026, penguatan program jaminan kehilangan pekerjaan, serta optimalisasi manfaat jaminan kecelakaan kerja.
Di sisi lain, Kepolisian Negara Republik Indonesia juga menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan perlindungan bagi pengemudi ojek daring. Salah satunya dengan menginstruksikan seluruh kapolda untuk menyiapkan aplikasi panic button yang dapat digunakan pengemudi ojol dalam kondisi darurat guna mencegah mereka menjadi korban tindak kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan.
“Dalam rangka melindungi ojek daring yang berpotensi menjadi korban kejahatan jalanan, saya meminta para kapolda segera mempersiapkan aplikasi panic button,” kata Kapolri.
Selain penguatan sistem keamanan tersebut, Polri juga berencana menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi para pengemudi ojek daring, seperti bengkel gratis untuk servis kendaraan serta tempat beristirahat yang dapat dimanfaatkan para pengemudi ketika menunggu pesanan.




