Perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel memasuki hari kesembilan dengan eskalasi yang semakin berkembang luas.
Serangan udara besar-besaran dari AS-Israel terus berlanjut, termasuk untuk pertama kalinya menargetkan depot penyimpanan minyak dan fasilitas pengilangan di Iran.
Konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 itu kini tidak hanya melibatkan Iran dan Israel, tetapi juga merembet ke kawasan Teluk, Lebanon, hingga Irak.
Iran menyatakan AS akan "membayar mahal atas serangan tersebut". Teheran juga melanjutkan serangan balasan terhadap Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Sebelumnya Presiden Iran, Masoud Pezeshkian berjanji akan menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk selama wilayah mereka tidak digunakan sebagai pangkalan militer dan basis serangan terhadap Iran.
Dan berikut kondisi di beberapa negara yang terlibat perang antar ketiga negara itu sebagaimana disitat dari laporan Al Jazeera.
IranMiliter AS dan Israel melanjutkan serangan skala besar di berbagai wilayah Iran. Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, fasilitas energi seperti depot minyak dan kilang pengolahan menjadi sasaran utama.
Rekaman media lokal pada Sabtu malam menunjukkan kebakaran besar di depot minyak Shahran di pinggiran Teheran. Militer Israel mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyebut fasilitas itu terkait dengan militer Iran.
Sejak operasi militer dimulai pada 28 Februari, sedikitnya 1.332 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara tersebut.
Serangan Balasan ke IsraelMiliter Israel melaporkan Iran meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah Israel. Sirene peringatan serangan udara terdengar di wilayah selatan Israel, termasuk di kawasan Gurun Negev.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut serangan terbaru tersebut sebagai gelombang ke-27 dari Operasi True Promise.
Kelompok militan Lebanon Hezbollah juga mengklaim melakukan beberapa serangan terhadap instalasi militer Israel, termasuk pangkalan Misgav di wilayah utara.
Militer Israel mengatakan dua tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan dan menjadi korban pertama sejak pertempuran kembali pecah dengan Hezbollah.
Perkembangan di Amerika SerikatDi Washington, Presiden Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran berjalan sangat baik bagi militer AS. Trump juga menuntut Iran untuk menyerah tanpa syarat.
Ia mengatakan perang akan tetap berlangsung dan menegaskan Washington tidak berniat bernegosiasi dengan Teheran.
Gedung Putih menyebut kampanye militer tersebut kemungkinan akan berlangsung empat hingga enam minggu.
Sementara itu, jenazah enam prajurit Amerika yang tewas dalam serangan balasan Iran tiba di AS dan Trump menghadiri upacara penyambutan jenazah tersebut sebagai panglima tertinggi militer.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melontarkan ancaman keras kepada Iran.
"Jika Anda membunuh warga Amerika atau mengancam mereka di mana pun di dunia, kami akan memburu Anda tanpa ragu dan tanpa penyesalan," tulisnya di media sosial.
Terbuka Opsi Operasi Khusus NuklirMedia Axios melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang mempertimbangkan kemungkinan mengirim pasukan khusus untuk merebut cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi milik Iran.
Operasi tersebut disebut kemungkinan baru akan dilakukan pada tahap selanjutnya dari perang.





