Waspada Penipuan Digital saat Uang THR Cair, Ini Dua Modus yang Marak Terjadi

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

VIVA - Menjelang pekan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi banyak pekerja menyambut momen Lebaran, semakin tinggi juga penipuan digital yang mengincarnya. Berdasarkan data seperti temuan VIDA sepanjang 2025 menemukan lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat pencairan (THR).

Momentum ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat yang secara tidak langsung membuka lebih banyak celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026, mengimbau masyarakat harus semakin waspada dan mengenal jenis penipuan-penipuan digital yang mungkin terjadi agar tidak terjebak.

Baca Juga :
Bahaya Mengintai saat THR Cair
Menhub Prediksi Kepadatan Arus Mudik Terjadi 16 dan 18 Maret 2026

"Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis. Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya," kata Niki.

Niki membagikan setidaknya ada dua modus penipuan yang perlu diwaspadai menjelang momen THR kali ini.

Pertama ada phising atau smishing. Metode ini melibatkan berbagai cara untuk memancing korban mengklik tautan dan memasukkan data pribadi seperti username, password, dan One-Time Password (OTP) via SMS. Contohnya, pelaku dapat menyamar sebagai instansi logistik ataupun ada nomor tidak diketahui memberikan tawaran promo Ramadhan palsu.

Modus ini juga berkembang melalui metode fake BTS yang tahun lalu ramai dan ditemukan oleh Pemerintah. Metode penipuan ini memungkinkan pesan palsu terkirim secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi sehingga terlihat meyakinkan bagi penerima sehingga harus diwaspadai.

Selanjutnya, penipuan kedua ialah malware. Metode penipuan ini memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk file APK.

Jangan Asal Klik

Modus yang digunakan beragam dan paling sering ditemukan ialah pelaku mengirim dokumen seolah itu adalah dokumen penting seperti dokumen status pengiriman paket, undangan pernikahan, hingga dokumen lain yang tampak relevan bagi korban.

Apabila tidak jeli, setelah terunduh, aplikasi tersebut dapat terpasang otomatis ke gawai korban dan memungkinkan pelaku memantau perangkat dari jarak jauh, termasuk mengakses password serta berbagai informasi sensitif yang tersimpan maupun digunakan di dalam perangkat.

Baca Juga :
Tegas! Pramono Larang Anak Buah Pakai Mobil Dinas Buat Mudik Lebaran
Mulai Investasi Kecil tapi Konsisten
Pakar Keuangan: Jangan sampai Bebas Utang tapi Kehabisan Uang Gara-gara THR

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KBRI Abu Dhabi dan Muscat Kawal Pencarian Tiga WNI yang Hilang di Selat Hormuz
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri24 Senin Pagi Terpantau Stabil
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bos Bulog Sebut Stok Beras Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Banjir Masih Rendam 16 RT dan 2 Ruas Jalan di Jakarta
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Apa Itu New RBC? Standar Baru Rasio Permodalan Asuransi Berlaku Bertahap mulai 2027
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.