Pasar Furnitur Global Tembus Rp3.404 Triliun, RI Berpeluang Perkuat Posisi Ekspor

bisnis.com
22 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan pasar furnitur global membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat posisinya di perdagangan internasional. Adapun, potensi pasar furnitur kini mencapai US$201 miliar per tahun atau setara Rp3.404 triliun.  

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) menilai dengan kekayaan bahan baku tropis, tradisi kriya yang kuat, serta meningkatnya minat dunia terhadap produk berkelanjutan, industri furnitur nasional memiliki potensi besar untuk naik kelas di pasar global.

Apalagi, industri furnitur dan kerajinan juga menjadi salah satu sektor penting dalam ekonomi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor mebel memberikan kontribusi sekitar 12,2% terhadap subsektor kerajinan, yang menunjukkan peran strategis sektor tersebut dalam perdagangan luar negeri.

Ketua Umum Himki Abdul Sobur mengatakan pihaknya optimistis terhadap prospek industri furnitur nasional di pasar global. Oleh karena itu, industri menargetkan ekspor US$6 miliar dalam beberapa tahun ke depan. 

“Selain ke pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, kami juga mendorong anggota kami untuk membuka peluang ke pasar-pasar baru seperti Timur Tengah dan Afrika,” ujar Sobur dalam keterangan resminya, Minggu (8/3/2026). 

Meski pasar global sangat besar, struktur ekspor furnitur dunia saat ini masih didominasi oleh sejumlah negara. China memimpin dengan nilai ekspor sekitar US$130 miliar, diikuti Vietnam sekitar US$21 miliar dan Jerman sekitar US$18 miliar.

Baca Juga

  • Demi Tarif Murah, Pengusaha Furnitur RI Beli Kayu hingga Mau Bangun Usaha di AS
  • Timur Tengah Bergejolak, Industri Furnitur Bidik Pasar Alternatif India-Afrika
  • Industri Furnitur-Mamin Diminta Cari Alternatif Pasar Kala Timur Tengah Memanas

Pada triwulan IV/2025, industri furnitur memberikan kontribusi sebesar 1,1% terhadap industri pengolahan non migas. Nilai ekspor furnitur (HS 9401-9403) tahun 2024 tercatat mencapai US$1,91 miliar, dan tahun 2025 mencapai US$1,85 miliar, atau turun sekitar 3%. 

Posisi tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar di tingkat global.

Apalagi, prospek pasar global diperkirakan terus tumbuh dalam jangka panjang. Laporan Allied Market Research memproyeksikan nilai pasar furnitur dunia akan mencapai lebih dari US$1,16 triliun pada 2034 dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 4,2%.

Indonesia disebut memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal penting dalam persaingan global. Kekayaan bahan baku seperti kayu dan rotan, dipadukan dengan tradisi kerajinan yang telah berkembang selama ratusan tahun, menjadikan produk furnitur Indonesia memiliki karakter desain yang kuat sekaligus nilai estetika yang khas.

Selain itu, meningkatnya perhatian konsumen global terhadap produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan turut memperbesar peluang bagi furnitur Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

Dalam hal ini, pemerintah mendorong penguatan industri furnitur melalui berbagai kebijakan dan fasilitas bagi pelaku usaha. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi ketersediaan bahan baku, pengembangan sumber daya manusia terampil, peningkatan produktivitas dan kualitas produk, hingga penguatan riset pasar serta pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) furnitur.

Salah satu upaya untuk memperluas akses pasar internasional dilakukan melalui penyelenggaraan pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX). Ajang tersebut telah berkembang menjadi salah satu platform bisnis furnitur terbesar di kawasan yang mempertemukan produsen nasional dengan pembeli dari berbagai negara.

Dalam kesempatan pembukaan pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menegaskan bahwa industri manufaktur Indonesia memiliki daya saing yang kuat di kawasan.

IFEX dikenal sebagai pameran business-to-business (B2B) yang menjadi barometer perkembangan industri furnitur dan kerajinan Indonesia, sekaligus sarana business matching antara pelaku industri dengan buyers internasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, IFEX digelar pada 5–8 Maret 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City dengan area pameran sekitar 85.000 meter persegi, menjadikannya salah satu pameran furnitur terbesar di Asia Tenggara.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan perluasan area pameran dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya partisipasi pelaku industri serta memperkaya ragam produk yang ditampilkan.

“Penambahan luas area pameran ini memungkinkan kami untuk meningkatkan jumlah peserta sekaligus menghadirkan lebih banyak produk furnitur unggulan. Lokasi baru ini juga hadir dengan fasilitas dan program pendukung yang ditujukan untuk memberikan pengalaman pameran yang lebih berkesan bagi para pengunjung,” ujar Daswar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Serang Depot Minyak Iran, Kebakaran Besar Landa Teheran
• 23 jam laludetik.com
thumb
Hizbullah Hantam Pangkalan Misgav Israel Usai Puluhan Kota di Lebanon Dibombardir
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Momen Prabowo Silaturahmi dengan Mantan Ajudan dan Pengawal di Hambalang
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Serangan Rudal Iran ke Israel Jadi Sorotan, Jurnalis India Ungkap Pengalaman di Lokasi
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Senin 9 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.