CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke kilang minyak di Haifa, Israel, pada Sabtu sebagai bagian dari aksi balasan terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut serangan tersebut menggunakan rudal balistik Kheibar Shekan.
“Kilang minyak Haifa telah dihantam oleh rudal Kheibar Shekan Iran,” demikian pernyataan IRGC.
Selain fasilitas energi di Haifa, IRGC juga menyatakan telah menargetkan sejumlah titik lain, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, pasukan AS di Hotel Marina Dubai, serta beberapa lokasi strategis lain di wilayah Haifa.
Ketegangan meningkat setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Televisi pemerintah Iran bahkan melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Sebagai respons, Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada Sabtu (7/3) juga mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas desalinasi air di Pulau Qeshm, Iran selatan.
Melalui unggahan di platform X, Araghchi menyebut serangan tersebut sebagai tindakan berbahaya yang berdampak pada masyarakat sipil.
“AS melakukan kejahatan yang terang-terangan dan nekat dengan menyerang fasilitas desalinasi air tawar di Pulau Qeshm. Pasokan air di 30 desa terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyerangan terhadap infrastruktur vital Iran dapat memicu konsekuensi serius.
Sementara Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga menyinggung serangan terhadap fasilitas desalinasi Qeshm. Ia menyebut serangan itu didukung oleh salah satu pangkalan udara di negara tetangga Iran di kawasan selatan.
Sebagai balasan, IRGC menyatakan telah menyerang pangkalan militer AS di Bahrain menggunakan rudal berpemandu presisi dengan bahan bakar padat dan cair.
Situasi di Timur Tengah kini semakin tegang setelah rangkaian serangan dan serangan balasan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.
Sumber: Sputnik-OANA-Antara




