Kapal perang Iran, IRIS Dena, tenggelam di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (4/3) waktu setempat setelah ditorpedo oleh kapal selam Amerika Serikat (AS). Sebanyak 22 awak kapal Iran yang berhasil diselamatkan kini dipulangkan pihak RS Sri Lanka.
"Sepuluh orang lainnya masih menjalani perawatan," kata seorang petugas medis di rumah sakit, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026).
Diketahui awak kapal yang selamat dirawat di Rumah Sakit Karapitiya di kota pelabuhan Galle di selatan sejak Rabu usai kapal IRIS Dena tenggelam akibat ditorpedo kapal selam AS. Mereka yang dipulangkan semalam telah dibawa ke resor pantai di distrik yang sama.
Di sisi lain, angkatan laut Sri Lanka mengakhiri pencarian untuk para korban kapal tersebut. Sebanyak lebih dari 60 orang masih hilang, menurut perkiraan resmi Sri Lanka.
Dia mengatakan jenazah 84 warga Iran yang ditemukan dari Samudra Hindia juga berada di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, Sri Lanka membantah klaim bahwa mereka berada di bawah tekanan dari Washington untuk menghentikan kepulangan warga Iran. Pihak Sri Lanka mengatakan akan sepenuhnya berpedoman pada hukum internasional dan undang-undang domestiknya sendiri.
Otoritas Sri Lanka mengatakan para korban selamat dari kapal Dena ditangani sesuai dengan hukum humaniter internasional. Pemerintah telah menghubungi Komite Palang Merah Internasional untuk meminta bantuan.
Diketahui, pulau itu juga menyediakan tempat perlindungan bagi 219 pelaut Iran lainnya dari kapal kedua, IRIS Bushehr, yang diizinkan memasuki perairan Sri Lanka setelah Dena tenggelam.
Sementara awak kapal Bushehr telah dipindahkan ke kamp Angkatan Laut Sri Lanka di Welisara, tepat di utara ibu kota Kolombo, dan kapal mereka telah diambil alih oleh angkatan laut Sri Lanka.
Seorang juru bicara angkatan laut Sri Lanka mengumumkan akan membawa Bushehr ke pelabuhan Trincomalee di timur laut. Akan tetapi kerusakan mesin dan masalah teknis serta administratif lainnya telah menunda pemindahan tersebut.
(yld/knv)



