Ketika Uang Baru Menjadi Bagian dari Tradisi Lebaran

kompas.com
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi uang kepada anak-anak, keponakan, hingga kerabat dekat kembali menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan.

Amplop-amplop kecil mulai disiapkan, sementara banyak orang berburu uang pecahan baru untuk diisi ke dalamnya.

Uang tersebut biasanya dibagikan saat silaturahmi keluarga, kunjungan ke rumah saudara, maupun ketika anak-anak datang bermaaf-maafan di hari Lebaran.

Dalam praktiknya, sebagian besar masyarakat cenderung memilih uang dalam kondisi baru dibandingkan uang lama atau lusuh.

Uang yang masih kaku, bersih dianggap lebih pantas diberikan kepada penerima.

Baca juga: Marak Jasa Tukar Uang Baru di Pinggir Jalan Jelang Lebaran, Mengapa Warga Tak ke BI?

Oleh karena itu, menjelang Lebaran banyak orang rela mengantre di bank atau bahkan menukar uang melalui jasa penukaran tidak resmi demi mendapatkan pecahan baru.

Fenomena ini seakan menunjukkan bahwa saat lebaran, uang baru memiliki makna yang lebih dari sekadar nilai nominalnya.

Bagi banyak orang, uang baru menjadi bagian dari tradisi berbagi kepada keluarga dan kerabat, sekaligus cara sederhana untuk menghadirkan rasa istimewa dalam momen silaturahmi.

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Ricardi Adnan, mengatakan bahwa kebiasaan memberi uang baru saat Lebaran memang sudah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Menurut Ricardi, kebiasaan memberi uang baru saat Lebaran tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari praktik sosial yang berlangsung lama dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

“Secara tradisi memang ada kebiasaan mendapatkan uang atau materi menjelang lebaran. Hal tersebut menjadi suatu keharusan yang juga diterima, sehingga kalau tidak ada akan menimbulkan perasaan kehilangan," kata dia saat dihubungi, Kamis (5/3/2026).

Menurut dia, dalam banyak keluarga, pemberian uang baru saat Lebaran bahkan menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh anak-anak.

Amplop yang dibagikan oleh orang tua, paman, atau kerabat dekat menjadi simbol kebahagiaan sekaligus bentuk perhatian kepada generasi yang lebih muda.

Ricardi menilai tradisi tersebut juga berkaitan dengan momen yang terjadi setiap Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

Pada periode ini, masyarakat umumnya menerima tambahan penghasilan berupa tunjangan hari raya (THR).

“Pada momen tersebut dijadikan sebagai dalih untuk mendapatkan tambahan uang sekaligus telah adanya rencana-rencana untuk pengeluaran dengan adanya uang THR," kata dia.

Artinya, tradisi berbagi uang baru saat Lebaran juga dipengaruhi oleh siklus ekonomi tahunan yang membuat masyarakat memiliki dana tambahan untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat.

Baca juga: Buruh Tolak THR Dipotong Pajak: Kami Paling Tertib, Jangan Semua Dipajaki

Simbol ikatan kekeluargaan

Selain sebagai kebiasaan, pemberian uang baru saat Lebaran juga mencerminkan nilai-nilai sosial dalam masyarakat.

Dalam budaya Indonesia yang menekankan pentingnya hubungan kekeluargaan, berbagi rezeki kepada orang lain dipandang sebagai tindakan yang positif.

Ricardi menjelaskan bahwa tradisi tersebut berkaitan dengan nilai memberi yang selama ini berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Adanya nilai memberi atau kesalehan sosial yang terpupuk selama ini," katanya.

Memberi uang baru kepada anak-anak, keponakan, atau anggota keluarga lain dianggap sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di hari raya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Ricardi, praktik tersebut juga menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kedekatan keluarga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penggerebekan Rumah Produksi Miras Oplosan, Polisi Pergoki Pelaku Sedang Racik Minuman | SAPA PAGI
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Ketahuan Mencuri, Pria Ini Diarak sambil Memanggul Buah Sawit di Leher
• 17 jam lalurealita.co
thumb
Kakorlantas Tinjau Tol Japek II Selatan, Pastikan Pekerjaan di KM 13 Rampung 2-3 Hari
• 18 jam laludetik.com
thumb
Bahlil Lahadalia Tegaskan Pemerintah Dukung Penuh Pesantren Lewat MBG dan Perjuangkan Beasiswa LPDP
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dewan Ahli Sepakati Pengganti Khamenei, Segera Diumumkan
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.