Emaridial Ulza: Klaim Donald Trump Iran Menyerah Hanya Retorika Politik

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Donald Trump yang mengeklaim Iran menyerah, mengundang reaksi kalangan akademisi. 

Menurut Dr. Emaridial Ulza, MA, akademisi Associate Professor Uhamka, pernyataam Trump dalam unggahan di platform Truth Social, yang menyebut Iran sebagai "The Loser of the Middle East" dan menggambarkan Iran sudah "menyerah" kepada negara-negara tetangganya, tidak menganggambarkan situasi geopolitik yang sedang terjadi.

BACA JUGA: Anggap Trump Biang Kerok Konflik, Buya Anwar Sarankan Indonesia Keluar BoP

Emaridial Ulza menyebut pernyataan tersebut tidak lebih dari sekadar retorika politik dan bukan gambaran nyata dari Timur Tengah saat pertempuran berkecamuk.

"Donald Trump memiliki kebiasaan komunikasi mengambil kemenangan sebagai pesan pertama untuk mencoba menekan lawan secara psikologis” ujar Emaridial Ulza dalam keterangannya, Minggu (8/3).

BACA JUGA: Din Syamsuddin: Apa Gunanya Gabung BoP Kalau Tak Berani Tegur Trump

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Hubungan Luar Negeri itu menambahkan, pernyataan Donald Trump bahwa Iran “telah meminta maaf dan menyerah” kepada negara tetangga setelah serangan AS dan Israel, bahkan menyebut bahwa Iran bukanlah pengganggu Timur Tengah, melainkan pecundang Timur Tengah.

Serta memberikan ancaman Iran akan menghadapi "pukulan sangat keras", membuka kemungkinan penargetan wilayah atau kelompok yang sebelumnya tidak masuk dalam target.

BACA JUGA: Prabowo Sebaiknya ke Washington, Mengingatkan Donald Trump untuk Setop Perang

Menurut Emaridial Ulza pernyataan tersebut penuh kontradiksi yang menunjukan bahwa situasi di lapangan dalam agenda perang kemungkinan sangat kompleks dan Amerika dalam keadaan terdesak.

"Dalam banyak situasi perang atau konflik internasional deklarasi kemenangan sepihak biasanya digunakan sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk membangun opini publik," ucap anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional Majelis Ulama Indonesia ini lagi.

Emaridial Ulza menilai, pola ini sudah berulang kali terlihat: dari negosiasi dagang dengan Tiongkok, krisis Korea Utara, hingga konflik-konflik sebelumnya di kawasan yang sama.

Klaim bahwa Iran “telah menyerah” hampir pasti merupakan framing untuk konsumsi domestik membangun narasi triumfalis yang ia butuhkan untuk rakyatnya dan juga dunia, bukan deskripsi akurat atas kondisi di lapangan.

“Deklarasi kemenangan di media sosial bukanlah perdamaian," cetusnya.

Dalam banyak kasus sejarah, retorika semacam ini justru bisa memperpanjang siklus eskalasi konflik, apalagi ditambah dengan tidak ikut sertanya negara sekutu seperti UK atau juga Spanyol. Menyusul Jerman yang tidak akan terlibat langsung dalam perang ini memperkuat bahwa Trump butuh negosiasi, sambung Emaridial.

Amerika terdesak begitu juga Iran perlu ada penengah dan Indonesia bisa menjadi bagian penting dengan menggalang pertemuan melalui OKI atau juga dengan negara Timur Tengah lain sebagai salah satu negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. 

"Indonesia dalam posisi berada di Board of Peace bentukan Trump dan juga Indonesia bagian dari BRICS bisa menjadi penghubung walaupun tidak secara langsung minimal niat baik Presiden Prabowo Subianto sedikit mengurangi keteganggan dengan segala konsekuensi yang didapatkan," pungkas Emaridial Ulza. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Daerah Bencana & Terpencil, Selesai Dibangun 2,5 Bulan
• 49 menit lalujpnn.com
thumb
Refleksi Jadi Pilihan Warga Palopo Menjaga Kebugaran Saat Puasa
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Diperiksa Bareskrim, Pandji Dicecar 17 Pertanyaan soal Sidang Adat Toraja
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kementerian ATR/BPN Buka Suara Soal Program Pemutihan Sertifikat Tanah: Itu Tidak Benar
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
Titik Charging Station Mobil Listrik Jalur Mudik Lebaran 2026: Daftar Lengkap SPKLU Trans Jawa & Sumatra
• 16 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.