JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta membuat sebagian warga harus menahan rindu untuk pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
Salah seorang warga Pulo Raya, Petogogan, Jakarta Selatan, Hilman, mengaku sebenarnya sangat ingin pulang kampung untuk bertemu keluarga.
Menurut dia, mudik Lebaran merupakan momen yang selalu dinantikan setiap tahun.
Baca juga: Banjir Berulang Sejak Awal Tahun, Warga: Kalau Begini Terus, Bisa Batal Mudik
“Kalau jujur sih kangen juga sama keluarga di kampung. Biasanya tiap Lebaran pasti pulang,” ujar Hilman kepada Kompas.com di lokasi.
Keinginan untuk mudik sebenarnya masih ada, terlebih keluarga di kampung halamannya di Cirebon sudah menunggu kepulangannya.
“Sebenarnya sih penginnya tetap mudik. Soalnya kan setahun sekali juga ketemu keluarga di kampung. Apalagi orangtua sama saudara juga sudah nunggu di sana,” kata dia.
Namun, kondisi banjir yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya membuat Hilman harus berpikir ulang.
Oleh karena itu, Hilman mengaku kemungkinan besar akan menunda mudik tahun ini.
“Cuma ya mau gimana lagi, kondisi sekarang lagi banjir. Jadi kemungkinan besar enggak mudik dulu tahun ini,” kata dia.
Meski demikian, ia berharap tetap bisa pulang ke kampung halaman di waktu lain setelah situasi membaik.
Baca juga: Antusiasme Warga Mudik Lebih Awal demi Hindari Kepadatan Jelang Lebaran
Kondisi serupa juga dirasakan Dul (51), warga lainnya yang setiap tahun rutin mudik bersama keluarga ke kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah.
“Kalau cuacanya ini hujan banjir, ini tahun ini aja udah tiga kali lebih (banjir),” ujar Dul.
Biasanya selalu pulang kampung saat Lebaran, namun kali ini rencana tersebut masih belum pasti karena cuaca yang tidak menentu.
Menurut Dul, keputusan mudik akan sangat bergantung pada kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan.
“Ya kalau sekarang sih lebih lihat ke gimana nanti aja cuacanya. Kalau istilahnya membaik ya mudik tapi kalau engga ya dibatalkan. Kalau kaya gini terus cuacanya kemungkinan batal,” ujarnya.