Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 dapat mencatatkan transaksi sebesar Rp53 triliun. Melalui keterlibatan ribuan gerai ritel dan ratusan pusat perbelanjaan, pemerintah berupaya memperkuat pasar domestik serta menjaga daya beli masyarakat selama momentum Ramadan dan Idulfitri guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama.
“Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun. Dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu. Dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri,” ujar Menko Airlangga Hartarto dalam keterangannya dikutip pada Minggu, 8 Maret 2026.
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini dapat mencapai angka 5,5 persen. Selain melalui program belanja BINA yang berlangsung hingga 30 Maret 2026, sejumlah stimulus seperti bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun dan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) disiapkan untuk memperkuat aktivitas konsumsi masyarakat.
“Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Kuartal pertama ini kami harus dongkrak dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu,” imbuh Menko Airlangga.
Di tengah persaingan pasar global, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap produk buatan dalam negeri agar tetap menjadi tuan rumah di pasar sendiri, mengingat Indonesia merupakan pasar terbesar di kawasan ASEAN.
“Produksi dalam negeri juga harus dilindungi Karena semua negara mencari market yang besar. Dan Indonesia dengan 287 juta penduduk ini merupakan sebuah market yang terbesar di ASEAN,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





