Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang properti diperkirakan akan lebih fokus pada produk segmen menengah atas hingga premium pada 2026 guna menopang prapenjualan alias marketing sales.
Analis Indo Premier Sekuritas Halima Yefany dan Aurelia Barus menjelaskan bahwa sejumlah pengembang mulai mengandalkan proyek dengan harga lebih tinggi untuk menjaga pertumbuhan penjualan.
“Untuk sepanjang 2026, kami melihat para pengembang akan lebih fokus pada produk segmen menengah atas hingga premium guna menopang penjualan presales,” jelas mereka dalam laporan Indo Premier Sekuritas, Sabtu (7/3/2026).
Para analis Indo Premier tersebut memerinci, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menargetkan prapenjualan sekitar Rp10 triliun atau relatif flat secara tahunan. Target tersebut akan ditopang oleh proyek BSD City, termasuk peluncuran Nava Park II dengan target penjualan sekitar Rp1 triliun.
“...serta penjualan lahan Rp1,5 triliun dari fase kedua kerja sama JV [joint venture] dengan Astra Land (lini bisnis properti dari ASII),” jelas mereka.
Sementara itu, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menargetkan prapenjualan sebesar Rp1,5 triliun pada 2026 atau tumbuh 15% YoY.
Baca Juga
- Pengembang Dorong Kenaikan Harga Rumah Subsidi
- Properti Kondominium Paling Rentan Terdampak Konflik Timur Tengah
- Realisasi KUR Perumahan Tembus Rp6,10 Triliun hingga Februari 2026
Target tersebut didukung oleh peluncuran lanjutan apartemen Kota Kasablanka dengan potensi penjualan Rp200 miliar hingga Rp300 miliar.
“SMRA [PT Summarecon Agung Tbk.] belum merilis panduan resmi untuk 2026, tetapi berencana melanjutkan strategi 2025 dengan memperbanyak peluncuran produk segmen menengah atas hingga premium, di mana permintaan dinilai masih relatif kuat,” jelas mereka.





