Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI sekaligus pensiunan perwira tinggi militer, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menjelaskan sejumlah tingkatan kesiapsiagaan dalam tubuh militer. Sebagai pensiunan prajurit, TB Hasanuddin menyatakan ada tiga hal yang menjadi instruksi dari Panglima TNI.
“Status siaga di lingkungan TNI pada dasarnya merupakan mekanisme standar kesiapan prajurit, yang dapat diberlakukan untuk berbagai kepentingan, baik latihan maupun antisipasi terhadap kemungkinan penugasan,” kata TB Hasanuddin saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (8/3/2026).
Advertisement
TB Hasanuddin menjelaskan, Siaga Tiga merupakan kondisi yang masih relatif normal. Dalam kondisi ini kegiatan satuan berjalan seperti biasa tanpa adanya konsentrasi pasukan secara khusus. Namun pada Siaga Dua, lanjut TB Hasanuddin, prajurit menunjukkan tingkat kesiapan yang lebih tinggi.
“Biasanya sebagian kekuatan sudah dalam kondisi standby, sedangkan sebagian lainnya tetap menjalankan kegiatan rutin,” jelas dia.
Adapun Siaga Satu, TB Hasanuddin mengungkap, merupakan tingkat kesiapan tertinggi. Pada kondisi ini seluruh pasukan telah berkonsentrasi, alutsista sudah disiapkan, serta logistik perorangan telah dipersiapkan.
“Umumnya prajurit menyiapkan bekal pokok dan logistik personel untuk kebutuhan sekitar lima hingga tujuh hari sehingga pasukan siap digerakkan kapan pun sesuai perintah komando,” TB Hasanuddin memungkasi.




