LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai ditargetkan beroperasi paling cepat pada Agustus 2026. Sejalan dengan target itu, disusun master plan atau rencana induk LRT Jakarta.

Progres proyek LRT Jakarta Fase 1B mencapai 89,22 persen per akhir Desember 2025. Struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.

Rute sepanjang 6,4 kilometer itu terbagi dalam lima stasiun. Pemuda Barat, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai. Studi kelayakannya menunjukkan potensi pengguna mencapai 50.000–70.000 orang per hari.

"LRT Jakarta Fase 1B sesuai dengan timeline di Agustus 2026 akan beroperasi secara official. Setelah Lebaran akan mulai commissioning test dan paralel menyelesaikan kewajiban perizinan operasionalnya ke Kementerian Perhubungan," ujar Direktur Utama Jakarta Propertindo Iwan Takwin, Minggu (8/3/2026).

Baca JugaLRT Jakarta Rute Manggarai–Dukuh Atas Perlu Diprioritaskan untuk Integrasi Transportasi

Commissioning test ialah serangkaian pengujian terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian. Tujuannya, memastikan seluruh sistem berfungsi aman serta sesuai dengan rancangan dan siap beroperasi.

Kompas/fransiskus wisnu wardhana dany - JAKPROProgres proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai mencapai 89,22 persen per akhir Desember 2025. Setelah Lebaran akan dilakukan uji coba.

Proyek pembangunan LRT Jakarta fase 1B Velodrome ke Manggarai dimulai pada 30 Oktober 2023 di Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Anggarannya mencapai Rp 5,5 triliun dari APBD Jakarta.

Rute ini diproyeksikan dapat mempercepat waktu tempuh dari Kelapa Gading, Jakarta Utara, ke pusat Jakarta hanya dalam 26 menit. Saat itu, pekerjaan ditargetkan berlangsung selama 36 bulan dengan operasional pada 2026.

"Kemudian bagaimana keberlanjutan ke depan setelah Fase 1B ini dilakukan. Memang paralel menyusun master plan LRT Jakarta. Tentunya basis kajian adalah pelayanan," ucap Iwan.

Baca JugaPerpanjangan LRT Sebaiknya Diprioritaskan ke Mana?
Baca JugaLima Tahun LRT Jakarta Beroperasi Komersial, Bagaimana Progresnya?
Diupayakan terintegrasi

LRT Jakarta sudah enam tahun beroperasi secara komersial. Saat ini, pelayanannya baru mencakup satu lintasan, yakni fase 1A Velodrome ke Pegangsaan Dua sepanjang 5,8 kilometer. Rute tersebut terdiri dari enam stasiun. Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.

Menurut Iwan, manajemen berupaya semaksimal mungkin agar jaringan LRT Jakarta yang ada bisa terintegrasi dengan moda lain. Mobilitas warga benar-benar terlayani sebagai dasar kajian untuk prioritas pengembangan rute.

"Jadi Fase 2A ke JIS dan Fase 2B ke Halim itu secara perizinan sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan. Tapi dengan kondisi saat ini, harus memikirkan bagaimana kreativitas dari sisi pendanaan," tutur Iwan.

Jika ditilik dari sisi pelayanan, maka JIS bisa jadi prioritas. Sebab, JIS menjadi ikon baru di utara Jakarta dan memicu bangkitan-bangkitan ekonomi baru.

Mobilitas warga dari pusat dan selatan menuju ke utara akan lebih singkat dibanding sebelumnya. Dengan demikian pelayanan bakal lebih maksimal.

"Terus kami kaji. Jadi mohon ditunggu karena sedang menyusun untuk ditetapkan oleh Gubernur mana yang menjadi prioritas," kata Iwan.

Baca JugaSejuta Taktik Jakarta Menghadapi Penyusutan Anggaran
Baca JugaPemangkasan Dana Bagi Hasil Jangan Korbankan Kualitas Transportasi Publik Jakarta
Pembiayaan kreatif

Pemprov Jakarta mendorong PT Jakarta Propertindo untuk sumber pembiayaan kreatif. Bisa melalui investasi, pinjaman, kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau skema lain yang memungkinkan.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta Yustinus Prastowo menyebut, pemerintah mendorong pembiayaan kreatif (creative financing) agar pembiayaan tidak selalu mengandalkan APBD. Apalagi, di tengah pemotongan dana bagi hasil oleh pemerintah pusat ke daerah.

"Kebutuhan esensial publik tidak dikurangi, itu harapannya. Dan ke depan memang non-APBD yang coba dioptimalkan, baik pemanfaatan tata ruang dan lain-lain. Termasuk kalau BUMD nanti lebih sehat, selain menjalankan penugasan dia juga akan menyetorkan dividen ke pemerintah daerah," ujar Yustinus.

Dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat untuk Jakarta pada tahun 2026 menyusut nyaris 60 persen. Pemprov Jakarta melakukan pengetatan di sana-sini agar program quick wins dan program prioritas lain tetap berjalan.

Seperti diketahui, transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk Jakarta pada tahun 2025 sebesar Rp 27,54 triliun. Paling banyak berupa dana bagi hasil (DBH) mencapai Rp 22,35 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman, Pertamina Resmi Operasikan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Palembang Hari Ini, 19 Ramadan 1447 H
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Selamat! 383 Mahasiswa Terima Beasiswa UKT 1 Semester dari Ferry Irwandi
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Manfaat Makan Kurma saat Sahur, Bantu Bikin Tubuh Tetap Berenergi dan Tahan Lapar hingga Berbuka
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Termasuk di Persija, Ini Alasan Cyrus Margono Kembali Pakai Nomor Punggung 93
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.