Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah ingin mengerek konsumsi rumah tangga yang merupakan motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah stimulus pun disiapkan untuk mendorong daya beli masyarakat pada momen Lebaran 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa rentetan stimulus ini krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026. Salah satunya yaitu penyelenggaraan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026.
"Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun, dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu. Kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," ujar Airlangga, dikutip dari rilis Kemenko Perekonomian, Sabtu (7/3/2025).
Program BINA berlangsung selama 25 hari, terhitung sejak 6 Maret hingga 30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 jenama (brand), lebih dari 80.000 gerai ritel, dan sekitar 400 pusat perbelanjaan turut ambil bagian dalam menebar diskon belanja hingga 70%—80% kepada masyarakat.
Tak hanya dari belanja ritel, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan ke kelompok masyarakat bawah. Tercatat, stimulus pangan ini akan disalurkan kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total nilai anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
Di sektor mobilitas, pemerintah juga menyiapkan diskon tarif transportasi selama periode mudik Lebaran. Guna memaksimalkan insentif ini, otoritas mendorong implementasi kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) agar pergerakan aktivitas ekonomi dapat turut terdistribusi ke berbagai daerah.
Baca Juga
- Purbaya Ingin Tambah Dana Rp100 Triliun ke Himbara, Indef Wanti-wanti Risikonya
- Purbaya Ngaku Mau Lanjutkan Insentif Kendaraan Listrik, Asal..
- Purbaya Bakal Suntik Lagi Himbara Pakai Dana Pemerintah Rp100 Triliun
Selain itu, Airlangga mengaku akan memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) tepat waktu. Pengemudi transportasi online juga akan menerima Bonus Hari Raya (BHR), yang mana perusahaan disebut telah menyapu sekitar Rp220 miliar.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, Airlangga menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I/2026 dapat mencapai kisaran 5,5%. Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di periode sebelumnya alias kuartal IV/2025 sebesar 5,39%.
"Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Kuartal pertama ini kami harus dongkrak dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu," kata Airlangga.





