Tak Hanya Menu, BGN Wajibkan SPPG Upload Harga Bahan Baku MBG di Medsos

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memiliki media sosial untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Tak hanya meng-upload menu harian MBG, SPPG juga harus memberikan informasi tentang harga bahan bakunya.

Hal tersebut Sony sampaikan dalam Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program MBG dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Tangerang, Sabtu (7/3/2026). Acara ini diikuti 400 peserta dari perwakilan SPPG, relawan, mitra/yayasan yang terlibat aktif dalam penyaluran program MBG untuk melakukan sertifikasi SPPG.

“Jadi SPPG wajib menginformasikan hari ini menunya apa, kandungan, gizinya termasuk harganya berapa. Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang, nah Itu harus ada harganya,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Baca juga: Anggaran MBG Terancam Dipangkas Gara-gara Harga Minyak, Ini Kata Kepala BGN

Sony lantas mempersilakan masyarakat untuk me-monitor bagaimana pelaksanaan MBG di lapangan. Dia meminta masyarakat menyesuaikan wujud MBG dengan harga yang memang betul-betul real dan fakta.

"Misalkan pisang, pisang itu berapa? Misalkan Rp 1.500 satu biji pisang ya, satu,” ucapnya.

Sony menyampaikan, jika di lapangan ditemukan ketidaksesuaian MBG, masyarakat bisa langsung protes ke media sosial yang dimiliki SPPG tersebut.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan BGN  Suardi Samiran menegaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh cara pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya.

Menurut Suardi, standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional dapur SPPG.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Suardi menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh petugas yang terlibat memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang memadai dalam menjalankan tugasnya di masing-masing SPPG.

“Selain itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis, dan memenuhi standar sanitasi,” imbuh Suardi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Datangi Ponpes Sukabumi, Bahlil Disebut Kancilnya Golkar
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Danantara Kucurkan Rp14 Triliun untuk Bangun Rusun Subsidi di Lahan Lippo Group
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Jusuf Kalla Undang 9 Ekonom, Bahas Ekonomi Nasional Dampak Konflik Global
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Timbulkan Spekulasi, DPR Desak TNI Jelaskan Soal Penetapan Status Siaga 1
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Satgas PRR Percepat Perbaikan Ribuan Sekolah Terdampak Bencana, Begini Prosesnya
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.