JAKARTA — Badan ulama yang akan memilih pemimpin tertinggi Iran berikutnya, setelah pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, telah mencapai konsensus mayoritas, menurut anggota Majelis Pakar, Ayatollah Mohammad-Mahdi Mirbagheri.
Kantor berita Iran, Mehr, pada Minggu (8/3/2026) mengutip pernyataannya yang mengatakan bahwa “beberapa hambatan” masih perlu diatasi terkait proses tersebut.
Berdasarkan konstitusi Iran, Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang berwenang untuk memilih pemimpin tertinggi negara tersebut.
Khamenei, yang memimpin Iran selama 37 tahun, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat–Israel di Teheran pada 28 Februari, di awal perang yang kini melibatkan sebagian besar Timur Tengah.
Sementara itu, militer Israel memperingatkan akan mengejar setiap orang di Majelis Pakar yang berupaya menunjuk pengganti Khamenei.




