Beograd (ANTARA) - Wakil Ketua Majelis Nasional Serbia Marina Ragus menilai demokrasi rakyat seluruh proses China bersifat "unik secara alami" dan telah terbukti efektif melalui praktik selama puluhan tahun, menawarkan wawasan berharga bagi komunitas internasional.
Dalam wawancara dengan Xinhua baru-baru ini, Ragus mengatakan dirinya mengikuti dengan saksama "Dua Sesi" tahun ini, yakni pertemuan tahunan badan legislatif dan badan penasihat politik tertinggi China.
Dia juga mengatakan "Dua Sesi" telah menarik perhatian global.
Dia menggambarkan pertemuan-pertemuan tersebut sebagai skema kelembagaan yang unik, dengan anggota parlemen dan penasihat politik yang berasal dari tingkat lokal maupun nasional.
Ragus terutama terkesan dengan Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (Chinese People's Political Consultative Conference/CPPCC), yang para anggotanya mencakup akademisi terkemuka, pengusaha, serta individu tanpa afiliasi partai, menunjukkan keberagaman partisipasi dalam demokrasi permusyawaratan China.
Dalam berbagai aspek yang patut mendapat perhatian khusus pada pertemuan-pertemuan tahun ini, Ragus menyoroti inovasi, energi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengembangan regional yang seimbang.
"Bagi dunia luar, terutama Eropa, penting untuk melihat di mana ruang baru bagi pertumbuhan China selanjutnya berada," katanya.
Dia juga menyebutkan bahwa pembahasan terkait Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030) dan berbagai inisiatif global, serta kerja sama antara Serbia dan China, akan dipantau dengan saksama.
Berbicara mengenai demokrasi rakyat seluruh proses di China, Ragus mengatakan model tata kelola tersebut menempatkan rakyat sebagai pusatnya.
Menurut pandangannya, demokrasi tidak terbatas pada prosedur pemilu, tetapi juga harus memastikan bahwa masyarakat dapat menyampaikan pandangan mereka, dihormati individualitasnya, serta memperoleh manfaat dari peluang berbasis kinerja dan inklusi sosial.
Menurut dia, China telah membuktikan dengan hasil konkret bahwa sistemnya bekerja efektif untuk populasi yang jumlahnya lebih dari 1,4 miliar orang.
Ragus juga membagikan pandangannya mengenai modernisasi China, yang dia gambarkan sebagai jalur pembangunan yang ditopang oleh perencanaan strategis jangka panjang dan stabilitas politik.
Dia menyebutkan bahwa investasi berkelanjutan dalam inovasi, lini produksi canggih, dan otomatisasi telah mendorong transformasi struktural, menciptakan peluang kerja, dan meningkatkan standar hidup.
Di panggung internasional, China telah berbagi capaian pembangunan dan peluang ekonomi dengan negara-negara lain.
"Anda tidak memaksakan, Anda berbagi," ujarnya, seraya menyebut hal itu sebagai pesan penting yang disampaikan oleh filosofi pembangunan China.
Dalam wawancara dengan Xinhua baru-baru ini, Ragus mengatakan dirinya mengikuti dengan saksama "Dua Sesi" tahun ini, yakni pertemuan tahunan badan legislatif dan badan penasihat politik tertinggi China.
Dia juga mengatakan "Dua Sesi" telah menarik perhatian global.
Dia menggambarkan pertemuan-pertemuan tersebut sebagai skema kelembagaan yang unik, dengan anggota parlemen dan penasihat politik yang berasal dari tingkat lokal maupun nasional.
Ragus terutama terkesan dengan Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (Chinese People's Political Consultative Conference/CPPCC), yang para anggotanya mencakup akademisi terkemuka, pengusaha, serta individu tanpa afiliasi partai, menunjukkan keberagaman partisipasi dalam demokrasi permusyawaratan China.
Dalam berbagai aspek yang patut mendapat perhatian khusus pada pertemuan-pertemuan tahun ini, Ragus menyoroti inovasi, energi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengembangan regional yang seimbang.
"Bagi dunia luar, terutama Eropa, penting untuk melihat di mana ruang baru bagi pertumbuhan China selanjutnya berada," katanya.
Dia juga menyebutkan bahwa pembahasan terkait Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030) dan berbagai inisiatif global, serta kerja sama antara Serbia dan China, akan dipantau dengan saksama.
Berbicara mengenai demokrasi rakyat seluruh proses di China, Ragus mengatakan model tata kelola tersebut menempatkan rakyat sebagai pusatnya.
Menurut pandangannya, demokrasi tidak terbatas pada prosedur pemilu, tetapi juga harus memastikan bahwa masyarakat dapat menyampaikan pandangan mereka, dihormati individualitasnya, serta memperoleh manfaat dari peluang berbasis kinerja dan inklusi sosial.
Menurut dia, China telah membuktikan dengan hasil konkret bahwa sistemnya bekerja efektif untuk populasi yang jumlahnya lebih dari 1,4 miliar orang.
Ragus juga membagikan pandangannya mengenai modernisasi China, yang dia gambarkan sebagai jalur pembangunan yang ditopang oleh perencanaan strategis jangka panjang dan stabilitas politik.
Dia menyebutkan bahwa investasi berkelanjutan dalam inovasi, lini produksi canggih, dan otomatisasi telah mendorong transformasi struktural, menciptakan peluang kerja, dan meningkatkan standar hidup.
Di panggung internasional, China telah berbagi capaian pembangunan dan peluang ekonomi dengan negara-negara lain.
"Anda tidak memaksakan, Anda berbagi," ujarnya, seraya menyebut hal itu sebagai pesan penting yang disampaikan oleh filosofi pembangunan China.





