Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan total ada empat WNI yang menjadi korban kapal tugboat Musaffah 2 terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz. Jubir I Kemlu Yvonne Mewengkang menyampaikan nasib keempat WNI berprofesi ABK tersebut.
"Saat insiden tersebut, kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian 4 WNI ABK berada di kapal Musaffah 2 dan 1 WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safeen Prestige," kata Jubir I Kemlu Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Yvonne menyampaikan satu WNI ABK mengalami luka bakar dan sedang dirawat di rumah sakit di Khasab, Oman. Sementara, satu WNI lainnya yang berprofesi teknisi di kapal kontainer, ditemukan selamat berada di Abu Dhabi.
"Status para WNI yaitu 1 WNI ABK mendapat perawatan luka bakar dan sedang berada di rumah sakit kota Khasab, Oman dan 1 WNI teknisi yang selamat telah berada di kota Abu Dhabi," ujar dia.
Yvonne melanjutkan, tiga WNI ABK di Musaffah 2 masih hilang dan diupayakan pencarian oleh otoritas setempat. KBRI di Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman masih terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
"Saat ini perwakilan RI di PEA, Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian 3 awak WNI yang hilang dan memastikan perawatan WNI ABK yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia," ujarnya.
(fca/maa)





