jpnn.com, JAKARTA - Bencana longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kota Bekasi, menelan korban jiwa.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta mengonfirmasi tiga orang ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material sampah pada Minggu (8/3/2026).
BACA JUGA: Berikut Daftar UMK Kota/Kabupaten di Jawa Barat, Tertinggi Kota Bekasi
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa ketiga korban terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Identitas korban adalah Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) yang merupakan pemilik warung di lokasi, serta Dedi Sutrisno yang berprofesi sebagai sopir truk.
"Identitas korban yaitu Enda Widayanti, 25, Sumine, 60, keduanya pemilik warung, sedangkan satu lagi korban Dedi Sutrisno merupakan sopir truk," ucapnya.
BACA JUGA: Kabar Baik, Bantargebang Bebas Sampah pada 2027
Desiana menambahkan saat ini pihaknya masih dalam pendataan lantaran masih banyak kendaraan truk sampah yang tertimbun dan warung di lokasi area.
"Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban," katanya.
BACA JUGA: Rasa Cemas Ribuan Honorer Sudah Hilang, Sah Berstatus ASN PPPK
Ia juga menyebutkan pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel unit Siaga SAR Bekasi dari BPBD Kota Bekasi dan BPBD Provinsi DKI Jakarta. Selain itu pihaknya juga telah mengerahkan alat bantuan untuk melakukan evakuasi.
Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial Instagram yang diunggah oleh akun @lbj_jakarta yang memperlihatkan, gunung sampah Bantargebang kembali longsor, sejumlah truk dikabarkan tertimbun.
"Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi seiak siang tadi. Kondisi gundukan sampah yang sudah mencapai ketinggian kritis membuatnya tidak stabil, hingga akhirnya material sampah tumpah menutupi akses jalan dan mengubur truk-truk yang sedang mengantre untuk proses bongkar muat," tulis akun tersebut.(antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... SPMB 2025 Kota Bekasi Dipantau Irjen Kemendikdasmen, Jangan Coba Main Curang
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




