BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal lewat pendekatan berbasis komunitas. Salah satunya dilakukan dengan menggandeng pengurus RT/RW serta komunitas rumah ibadah agar perlindungan pekerja makin menjangkau lingkungan tempat masyarakat tinggal dan beraktivitas.
Komitmen itu ditunjukkan melalui penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal di Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi," ujar Saiful dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
Saiful mengatakan pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosialnya, seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.
"Sering kali tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan dan mengajak agar semakin banyak pekerja ikut terlindungi," jelasnya.
Ia menambahkan komunitas seperti lingkungan RT/RW dan kegiatan di rumah ibadah, termasuk masjid, merupakan simpul penting untuk menjangkau pekerja secara lebih luas.
"Melalui komunitas seperti masjid dan RT/RW, kita dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama. Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan," tambah Saiful.
Adapun santunan yang diberikan berupa Jaminan Kematian masing-masing Rp 42 juta kepada ahli waris Almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, Almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta Almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.
Saiful juga mengajak pekerja memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta bukan penerima upah.
"Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025. Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Timur, Fauzi, mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang menggandeng komunitas masyarakat sebagai pintu masuk memperluas perlindungan bagi pekerja.
Fauzi menegaskan Pemerintah Jakarta Timur memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi masyarakat di masa depan. Ia mengapresiasi pendekatan BPJS Ketenagakerjaan melalui komunitas seperti masjid dan lingkungan RT/RW
"Semoga kolaborasi ini terus diperluas sehingga semakin banyak pekerja yang terlindungi dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan dapat menjadi role model untuk wilayah lain," harap Fauzi.
Senada dengan hal itu, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna menyampaikan pengurus masjid mendorong perlindungan jaminan sosial bagi pelayan masyarakat dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen Bukan Penerima Upah (BPU).
Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan sosial bagi masyarakat.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Walikota Jakarta Timur M. Anwar, Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Swartoko dan Alif Noeriyanto Rahman, Direktur Kepesertaan Agung Nugroho, Direktur Pelayanan Trisna Sonjaya, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yuslian, serta Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Buaran Muhammad Romdhoni.
Selain jajaran pejabat, hadir pula tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta pengurus RT dan RW setempat yang ikut mendukung jalannya kegiatan.
(akd/ega)





