Grid.ID- Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan 2026 menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada waktu inilah pintu langit diyakini terbuka dan doa-doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Karena itu, banyak umat Muslim berusaha memaksimalkan ibadah selama malam-malam Ramadan. Terlebih lagi, sepuluh malam terakhir Ramadan 2026 dipercaya menyimpan malam paling mulia, yakni Lailatul Qadar.
Malam tersebut disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim memahami amalan yang dianjurkan serta hal-hal yang perlu dihindari agar dapat meraih keberkahan Ramadan 2026 di malam tersebut.
Keutamaan Lailatul Qadar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menekankan bahwa malam di bulan Ramadan 2026 bukan sekadar waktu untuk beristirahat setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari. Justru, malam-malam ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas spiritual.
Ramadan tidak hanya dipahami sebagai ritual menahan makan dan minum, tetapi juga momentum memperbanyak ibadah dan refleksi diri. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan menghidupkan malam Ramadan melalui berbagai ibadah, terutama ketika memasuki sepuluh malam terakhir.
Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa siapa saja yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. BAZNAS menyebutkan bahwa malam-malam Ramadan 2026 merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk membersihkan diri sekaligus memulai lembaran hidup yang lebih baik.
Puncak keberkahan di bulan Ramadan 2026 adalah malam Lailatul Qadar. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan meningkatkan intensitas ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Dikutip Tribunnews.com, Minggu (8/3/2026), Ustaz H. M. Sukron Farda, S.Ag., M.Ag. menjelaskan bahwa Lailatul Qadar tidak bisa diraih tanpa usaha. Menurutnya, setiap Muslim harus melakukan ikhtiar dengan memperbanyak ibadah agar dapat merasakan keutamaan malam istimewa tersebut.
“Ketika kita mau mendapatkan Lailatul Qadar, ini tentu tidak dengan cara cuma-cuma. Harus ada ikhtiar, harus ada usaha yang luar biasa agar bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar,” ujarnya dalam program TANYA USTAZ di kanal YouTube Tribunnews.
Amalan Terbaik di 10 Malam Terakhir Ramadan 2026
Agar dapat memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan 2026, ada beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan umat Islam, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
1. Shalat Tarawih dengan Khusyuk
Shalat Tarawih merupakan ibadah khas bulan Ramadan yang dilakukan pada malam hari. Melaksanakan shalat ini dengan penuh kekhusyukan, memahami bacaan, serta menjaga ketenangan hati akan memberikan pahala yang besar.
2. Qiyamul Lail dan Shalat Tahajud
Setelah Tarawih, umat Islam dianjurkan melanjutkan ibadah malam dengan qiyamul lail. Bangun pada sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan shalat Tahajud merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Salah satu amalan penting di Ramadan 2026 adalah memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Ramadan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Setiap huruf yang dibaca bernilai satu kebaikan dan dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala. Karena itu, tadarus menjadi amalan yang sangat dianjurkan terutama untuk menjemput Lailatul Qadar.
4. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar dapat menenangkan hati. Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa karena Ramadan 2026 merupakan waktu terbaik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
5. I’tikaf di Masjid
Amalan lain yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir adalah i’tikaf. I’tikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah dan menjauhkan diri dari kesibukan duniawi. Cara ini membantu umat Islam lebih khusyuk dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Hal yang Perlu Dihindari Agar Pahala Tidak Berkurang
Selain memperbanyak ibadah, umat Islam juga perlu menghindari beberapa kebiasaan yang dapat mengurangi pahala selama Ramadan 2026. BAZNAS mengingatkan agar umat Muslim tidak begadang tanpa tujuan ibadah. Hiburan berlebihan juga sebaiknya dihindari karena dapat mengalihkan perhatian dari ibadah malam.
Penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat juga perlu dibatasi. Selain itu, menjaga adab seperti menghindari ghibah atau gunjingan dan perdebatan yang tidak perlu sangat penting untuk menjaga kebersihan hati. Dengan hati yang bersih, ibadah akan terasa lebih ringan dan khusyuk.
Kunci Ibadah di Ramadan adalah Istiqamah
Keberhasilan memaksimalkan ibadah di Ramadan 2026 tidak hanya bergantung pada banyaknya amalan, tetapi juga konsistensi atau istiqamah. Allah SWT mencintai amalan yang dilakukan secara rutin meskipun kecil. Karena itu, mengatur jadwal ibadah malam seperti Tarawih, membaca Al-Qur’an, hingga sahur dapat membantu menjaga stamina dan semangat beribadah.
Namun yang paling utama adalah niat yang tulus dalam setiap ibadah. BAZNAS menegaskan bahwa keikhlasan merupakan fondasi utama dari setiap amalan. Tanpa niat yang tulus, ibadah bisa kehilangan nilai spiritualnya. Dengan menghidupkan malam-malam Ramadan 2026 melalui shalat, dzikir, tilawah Al-Qur’an, serta doa, setiap Muslim memiliki peluang besar untuk meraih Lailatul Qadar dan mendapatkan rahmat serta ampunan Allah SWT. (*)
Artikel Asli




