Hadir dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026, Huawei memamerkan perkembangan mobile transport miliknya. Fokus pengembangan mobile transport ini meliputi broadband ultra-lebar, efisiensi energi, deteksi gangguan, serta otonomi jaringan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan layanan baru seiring evolusi jaringan dari 5G ke 5G-Advanced (5G-A) dan menuju 6G.
Saat ini, lebih dari 20 negara di dunia telah menetapkan alokasi spektrum frekuensi U6G untuk jaringan komunikasi seluler. Pita frekuensi ini menawarkan bandwidth lebar sekaligus cakupan luas yang memungkinkan layanan 5G-A mencapai kinerja tinggi dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Dengan konektivitas ultra-cepat di atas 10 Gbps, 5G-A mendukung kebutuhan XR seluler dan kolaborasi berbasis cloud untuk kalangan bisnis. Namun, lonjakan trafik jaringan transport seluler hingga 10 kali lipat membutuhkan peningkatan kapasitas bandwidth secara fundamental.
Jaringan transport konvensional yang mengandalkan gelombang mikro dan serat optik dengan topologi kompleks (cincin, rantai panjang, dan bintang) rentan terhadap fluktuasi akibat cuaca. Akibatnya, kemacetan trafik lokal dapat menurunkan kualitas pengalaman pengguna dan membatasi Penggunaan Data (DoU).
Tiga Pilar Utama Solusi Transport 5G-A Terbaru HuaweiUntuk menjawab tantangan tersebut, Huawei menghadirkan generasi terbaru solusi transport seluler 5G-A dengan tiga kapabilitas unggulan:
1. Ultra-Broadband Hemat Energi, Tekan TCO hingga 30%Router base station generasi terbaru mendukung koneksi 10GE/25GE ke lokasi, 100GE untuk cincin akses, dan dapat dikembangkan hingga 400GE guna mengakomodasi perkembangan jangka panjang 5G-A dan U6G.
Dengan teknologi hemat energi terintegrasi, solusi ini menjaga performa tanpa mengorbankan kualitas layanan. Implementasi 1.000 perangkat selama tiga tahun diperkirakan mampu menghemat konsumsi listrik hingga 3 juta kWh.
2. Deteksi Hambatan untuk Maksimalkan Nilai JaringanDilengkapi kemampuan bawaan untuk mendeteksi hambatan trafik, solusi ini terintegrasi dengan sistem manajemen cerdas SRv6 dan NCE. Teknologi ini secara otomatis mengidentifikasi titik kemacetan dan merekomendasikan langkah optimalisasi serta ekspansi. Hasilnya, trafik yang sebelumnya terhambat dapat diurai, meningkatkan pengalaman pengguna dan mendorong DoU hingga lebih dari 20%.
3. Otonomi Jaringan, Efisiensi O&M Meningkat 20%Dengan kapabilitas OTDR bawaan dan algoritma Self-Diag, sistem mampu mendeteksi kerusakan serat optik dalam hitungan menit. Hal ini mengurangi kebutuhan kunjungan manual ke lokasi serta meningkatkan efisiensi penentuan lokasi gangguan hingga 20%.
Solusi Siap Hadapi Era AI dan Evolusi 6GSolusi transport jaringan seluler 5G-A terbaru dari Huawei dirancang untuk membantu operator membangun jaringan dengan Total Cost of Ownership (TCO) optimal, kapabilitas yang dapat dimonetisasi, serta efisiensi operasional dan pemeliharaan (O&M) yang tinggi.
Kemampuan ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan Agentic MBB dan menjawab peluang baru di era kecerdasan buatan (AI).
Ke depan, seiring evolusi menuju 6G, Huawei berkomitmen untuk terus berinovasi dalam bidang bandwidth ultra-tinggi, presisi jam ultra-tinggi, dan latensi ultra-rendah yang deterministik.
Jaringan transport generasi baru ini dirancang agar kompatibel dengan kebutuhan masa depan, memastikan imbal hasil investasi jangka panjang bagi operator, sekaligus mendukung monetisasi komersial 5G-A saat ini.




