Kegiatan yang diisi dengan buka puasa bersama ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan kehangatan bagi anak-anak yatim yang hadir, sehingga mereka dapat merasakan kebersamaan dan kasih sayang di bulan suci Ramadan.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Wilayah Semarang dan Malang Hari Ini 8 Maret 2026
CEO PT Sentra Aktaha Horeca sekaligus pimpinan The Harvest, Sylvia Andriani Rizal, mengatakan kampanye tersebut lahir dari refleksi perusahaan terhadap makna berbagi di Ramadhan.
“Kalau melihat produk kami seperti cake, cookies, dan hampers, semuanya sangat dekat dengan kebahagiaan. Orang biasanya membeli produk kami untuk merayakan momen-momen penting dalam hidup mereka,” ujar Sylvia dalam keteranganya.
Event hari ini juga dihadiri oleh anak-anak dari Panti asuhan Nurul Badri dan Yayasan Yatim Al Kahfi. “Pada kesempatan ini, kami menyerahkan paket sedekah secara simbolis kepada perwakilan kedua yayasan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada mereka,” kata Sylvia.
Namun, lanjut Sylvia, perusahaan juga menyadari tidak semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk merayakan hari besar dengan penuh kegembiraan. Ia mencontohkan sejumlah peristiwa bencana yang terjadi belakangan ini, seperti banjir di sejumlah wilayah Sumatera yang membuat sebagian masyarakat menghadapi keterbatasan dalam menjalani Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kami menyadari tidak semua orang seberuntung itu. Karena itu kami berpikir bagaimana kampanye Ramadhan tahun ini tidak hanya berbicara tentang kebahagiaan, tetapi juga membawa pesan kepedulian sosial,” kata Sylvia. 100 gerai perkuat partisipasi publik Sylvia menjelaskan, perusahaan memanfaatkan jaringan 100 gerai yang dimilikinya sebagai sarana untuk menggerakkan partisipasi publik. Ia berharap setiap gerai dapat menjadi “cahaya kecil” yang menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
“Kami percaya setiap kebaikan itu seperti cahaya yang bisa menular. Jika setiap toko menyalakan satu lampu kebaikan dan para konsumen ikut berpartisipasi, maka dampaknya bisa dirasakan oleh semakin banyak orang,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang sama, psikolog Intan Erlita mengajak peserta memahami makna “cahaya” sebagai simbol perubahan diri selama menjalani ibadah puasa.
Menurut dia, Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk menemukan versi terbaik dari diri seseorang melalui proses kesadaran diri atau mindfulness. Konsep tersebut, kata Intan,
sebenarnya telah lama dikenal dalam tradisi Islam melalui praktik muhasabah.
“Dalam psikologi modern disebut self reflection atau self talk. Tetapi dalam Islam sebenarnya sudah ada konsepnya, yaitu muhasabah,” ujarnya.
Melalui kampanye ini, The Harvest berharap partisipasi publik dapat terus bertumbuh sehingga semangat berbagi selama bulan Ramadhan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





