JAKARTA, KOMPAS.com - Gitaris Zendhy Kusuma menjelaskan alasannya masuk ke dapur restoran Bibi Kelinci pada September 2025.
Ia melakukan hal tersebut karena ingin memastikan pesanan makanan yang telah lama ditunggu benar-benar diproses.
"Saya kemudian masuk ke area dapur untuk memastikan secara langsung apakah pesanan kami telah dibuat atau belum. Pada saat itu saya tidak dihalangi untuk masuk," ujar Zendhy dalam video klarifikasi yang diunggah di Instagram pribadinya, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Zhendy Kusuma Beberkan Alasan Tak Bayar Makanan di Bibi Kelinci dan Langsung Pergi
Awalnya, Zendhy bersama rombongan tiba di restoran sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut dia, saat itu restoran relatif sepi.
“Kami kemudian melakukan pemesanan makanan dan minuman sebagaimana pelanggan pada umumnya. Namun setelah menunggu cukup lama, pesanan kami tidak kunjung datang,” kata Zendhy.
Meski beberapa kali menanyakan kepada pelayan, informasi yang diterima berbeda-beda.
“Ada yang menyampaikan bahwa restoran sedang ramai, sementara ada juga yang mengatakan bahwa makanan akan segera selesai dalam beberapa menit,” ujar dia.
Karena sudah menunggu hampir dua jam tanpa kepastian, Zendhy akhirnya masuk ke dapur restoran.
Sesampainya di dapur, ternyata pesanannya belum dibuat dan baru akan diproses saat itu juga.
Kondisi tersebut membuatnya kecewa karena sejak awal tidak ada kepastian mengenai pesanan yang telah lama ditunggu.
Baca juga: Zendhy Kusuma Mengaku Kesal, 2 Jam Tunggu Makanan di Bibi Kelinci
“Kami hanya ingin memastikan apakah pesanan kami benar-benar sudah diproses, sedang diproses, ataupun sudah berjalan mengingat kondisi kami sudah menunggu dari kurang lebih pukul 22.00 hingga hampir pukul 23.54 WIB,” tambah dia.
Setelah makanan akhirnya disajikan, beberapa pesanan diberikan secara terburu-buru dan tidak lengkap.
Berdasarkan video rekaman CCTV, Zendhy dan istrinya terlihat marah-marah ke pegawai dapur dan memukul lemari pendingin.
Dalam kondisi emosi, Zendhy dan rombongan memutuskan keluar dari restoran sambil membawa makanan yang mereka pesan.