VIVA – Sepakbola Indonesia kembali menunjukkan sisi kelamnya, Dari Timur Tanah Air, salah satu wasit terbaik yang dimiliki Indonesia dan memiliki lisensi FIFA diintimidasi oleh oknum suporter Malut United.
Insiden itu menimpa wasit Thoriq Alkatiri, usai memimpin laga panas antara Malut United melawan PSM Makassar pada Sabtu 7 Maret 2026.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, itu berakhir imbang 3-3. Namun seusai laga, situasi memanas hingga berujung pada aksi intimidasi terhadap sang pengadil.
Dalam video yang viral di media sosial, Thoriq terlihat dikawal oleh petugas keamanan menuju ruang wasit. Saat berjalan di lorong stadion, sejumlah oknum suporter mendekat dan melontarkan intimidasi.
Bahkan salah satu suporter terlihat memukul bahu Thoriq menggunakan jaket. Beberapa orang lainnya juga mencoba mendekati sang wasit, tetapi berhasil dihalau oleh steward yang bertugas.
Diduga kemarahan suporter dipicu oleh keputusan Thoriq yang menganulir gol Malut United di masa injury time. Gol yang dicetak David da Silva tersebut dibatalkan setelah Thoriq meninjau tayangan VAR.
Setelah melihat ulang insiden tersebut, Thoriq menilai terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta sehingga keputusan gol dibatalkan.
Tak hanya wasit yang mendapat tekanan. Sejumlah jurnalis juga dilaporkan mengalami intimidasi setelah pertandingan.
Berdasarkan keterangan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ternate, beberapa oknum ofisial Malut United disebut memaksa wartawan untuk menghapus video yang merekam insiden intimidasi terhadap wasit.
Peristiwa ini pun langsung menjadi sorotan publik setelah videonya menyebar luas di media sosial. VIVA sudah mencoba menghubungi Sekjen PSSI, Yunus Nusi dan Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga terkait insiden tersebut, namun hingga berita ini tayang tidak ada jawaban dari keduanya.





