Sebuah mobil Mitsubishi Pajero terjebak di jalur jip lava Tour Merapi di Kali Kuning, Pakem, Kabupaten Sleman, Minggu (8/3).
Mobil yang bannya terjebak lumpur itu harus ditarik menggunakan jip. Evakuasi berlangsung sekitar 1,5 jam. Lumpur itu merupakan bekas sisa banjir beberapa waktu lalu.
Pengendara mobil merupakan warga Palembang, Sumsel, yang diduga tidak menguasai medan.
"Orang luar pulau, dari Palembang. Akhirnya masuk (jalur jip Kali Kuning). Masuk begitu masuk langsung temancep (tertancap) bekas lumpur itu, nggak bisa (gerak) walaupun 4x4 (sistem penggeraknya)," kata Ketua Asosiasi Jip Wisata Merapi (AJWLM), Dardiri, melalui sambungan telepon, Senin (9/3).
Dadiri mengatakan kondisi saat itu mayoritas jip sedang tak beroperasi. Saat puasa, wisatawan memang sepi. Pengendara kemungkinan iseng mencoba jalur itu.
"Bar (habis) banjir itu kan belum dibenahi dan jip nggak masuk. Kena lumpur, jadi (pengendara) nggak tahu (kondisi jalur). Nah, di situ juga nggak ada jip yang keluar masuk karena puasa-puasa sepi," katanya.
Dardiri mengatakan ketika jalur itu tak dilewati jip maka lumpur akan tebal.
"Jip nggak masuk lumpure (lumpurnya) banyak, ya temancep (tertancap mobilnya)," katanya.
Dardiri yang mendapat informasi ini lalu turut membantu evakuasi.
"Cuma sekitar satu setengah jam, clear itu. Ditarik pakai winch (alat mekanis untuk menarik beban) pakai jip. Berat, to, soalnya," katanya.
Jip Wisata Sepi di Bulan PuasaDardiri mengatakan saat puasa mayoritas jip wisata tak beroperasi karena wisatawan juga sepi. Momen ini dimanfaatkan untuk peremajaan jip.
"Bulan puasa ini untuk pembenahan yang catnya masih bagus mungkin dari kaki-kaki, mungkin yang catnya jelek juga harus dibenahi," kata Dardiri.
Ada ratusan jip menurut Dardiri yang sedang fokus pengecatan ulang.
"Bengkel mana-mana kan penuh semua ini. Ini satu bulan full biasanya," katanya.
Wisatawan akan meningkat biasanya menjelang Lebaran sampai sekitar satu minggu setelah Lebaran. Saat itu diprediksi ada 75 persen armada jip atau 1.000-an yang beroperasi melayani wisatawan.
Belum semua armada keluar karena banyak pula pelaku wisata jip yang harus Lebaran ke sanak famili.
Dardiri mengatakan wisatawan saat libur Lebaran memang tinggi. Namun, tidak setinggi bulan Desember saat libur Natal dan tahun baru.
"Lebih panjang Nataru," katanya.
Selain itu, kondisi hujan yang masih terjadi di bulan Maret, Dardiri meminta para sopir agar lebih berhati-hati.
"Sopir-sopir sini kan orang daerah situ, jadi tahulah kalau badai cuaca kaya gini itu. Nanti ngambilnya treknya itu mungkin kita medium atau apa mini short, kan masih jauh dari Merapi, itu dari hulu Merapi. Dan nggak lewat tebing Gendol, kita mengantisipasi itu," pungkasnya.





