Gunungan Sampah di TPST Bantargebang Longsor, Empat Orang Tewas

kompas.id
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, longsor pada Minggu (8/3/2026). Akibat kejadian ini, empat orang tewas tertimbun sampah. Jumlah korban masih mungkin bertambah karena masih ada truk yang tertimbun.

Ramli Prasetio dari Humas Kantor SAR Jakarta mengungkapkan, proses pencarian korban masih berlangsung hingga Minggu malam. ”Kami menggunakan alat berat tambahan untuk mempercepat pencarian,” katanya.

Berdasarkan hasil pencarian sementara, ditemukan empat orang tewas. Mereka adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno (22), dan Irwan Suprihatin. Sumine diketahui sebagai pemilik salah satu warung di lokasi longsoran, sedangkan Endah merupakan pemulung.

Sementara itu, Dedi dan Irwan merupakan pengemudi truk sampah. Adapun dua orang lain berhasil selamat dalam musibah itu, yakni Setiabudi dan Johan.

Ramli menjelaskan, saat longsor terjadi, operasional TPST Bantargebang masih berlangsung sehingga banyak truk sampah dan warung di sekitar lokasi yang tertimbun. ”Saat ini kami fokus pada evakuasi korban,” katanya. Sampai Minggu malam, puluhan personel tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian.

Adapun jenazah tiga korban tewas sudah dikembalikan ke keluarga. Jenazah Enda dan Sumine dibawa ke Banten, sedangkan jenazah Dedi sudah dipulangkan ke Karawang, Jawa Barat. Sementara itu, jenazah Irwan yang baru ditemukan pada Minggu malam langsung dievakuasi.

Baca JugaBantar Gebang Sudah Hampir Jenuh, DKI Butuh ITF

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu pukul 14.00 WIB di TPST DKI Zona 4C, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Budi menjelaskan, saat ini, petugas gabungan masih melaksanakan proses evakuasi di lokasi kejadian. ”Diduga masih ada korban lain yang belum ditemukan,” katanya.

Dugaan masih adanya korban itu muncul karena ada beberapa truk sampah yang masih tertimbun material longsor. ”Mengenai jumlah (korban) secara pasti masih menunggu hasil pencarian dan pendataan,” ujar Budi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto menyebut, setidaknya ada tujuh truk terdampak longsor di TPST Bantargebang. Lima di antaranya telah dievakuasi, sedangkan dua truk masih dalam proses evakuasi.

Sebanyak 13 unit ekskavator dikerahkan untuk membuka timbunan material longsor. Dua ambulans juga berada di lokasi untuk evakuasi korban.

Baca JugaBantargebang Semakin Kritis dan Hampir Penuh 

Selain korban tewas, ada korban yang selamat dalam musibah itu. Salah satunya adalah pengemudi truk Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan. Dia hanya mengalami luka ringan. Ia lalu dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat dan sudah diperbolehkan pulang.

”Seluruh PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan) yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh pemerintah, serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” tutur Asep.

Asep menambahkan, pihaknya juga bakal melakukan penataan dan penguatan zona timbunan secara bertahap. Hal itu agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan.

”Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” kata Asep.

Dinas Lingkungan Hidup Jakarta memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan. Satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari untuk menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta.

Baca JugaSebelum Jabodetabek Limbung oleh Sampah

Dua titik buang lainnya masih dalam tahap dirapikan. Untuk sementara, Suku Dinas Lingkungan Hidup diminta menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang sampai selesainya evakuasi.

Langkah tersebut untuk memastikan sistem pengangkutan sampah Jakarta tetap berjalan. Juga meminimalkan antrean truk selama proses evakuasi dan penanganan di area terdampak.

”Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” kata Asep.

Sebelumnya, Asep menjelaskan, kapasitas TPST Bantargebang yang beroperasi sejak 1989 hampir penuh. Oleh sebab itu, selama lima tahun terakhir, pihaknya menjadikan program optimalisasi TPST Bantargebang sebagai kegiatan strategis daerah. Tujuannya untuk memperpanjang umur manfaat fasilitas tersebut.

Asep menyatakan, Pemprov Jakarta berkomitmen menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir, demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan Jakarta yang lebih baik ke depan.

Berdasarkan data timbangan TPST Bantargebang, rata-rata jumlah sampah yang masuk mencapai 7.228 ton per hari pada tahun 2021 atau meningkat sekitar 27 persen dari rata-rata sampah tahun 2015 sebesar 5.655 ton per hari.

Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali.

Selain longsoran sampah, TPST Bantargebang juga pernah mengalami kebakaran sampah. Pada 29 Oktober 2023, kebakaran melanda zona 2 TPST Bantargebang. Api pertama kali muncul di depan lokasi power house dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Bantargebang.

Kebakaran bisa dilokalisasi oleh 20 mobil tangki air dan pemadam kebakaran dari Kota Bekasi dan Jakarta serta dibantu puluhan ekskavator yang membolak-balik sampah terbakar agar mudah disiram.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragedi di Bantar Gebang: Longsor Sampah Renggut Nyawa 4 Orang
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Menyoroti Pengakuan Fadia Arafiq Tak Paham Birokrasi meski Lama Jadi Bupati
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Iran Klaim Siap Hadapi Perang Intesitas Tinggi Hingga 6 Bulan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pasutri Aniaya Seorang Pria di Depan Umum
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Prospek Minyak Pekan Ini: Konflik Iran Memanas, Harga Berpeluang Lanjut Reli
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.