Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bogor
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 8 Maret 2026.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat yang berlangsung dari siang hingga malam tersebut membahas sejumlah isu strategis, baik di dalam negeri maupun perkembangan global.
“Dalam beberapa rapat tersebut Presiden meminta pembaruan mengenai berbagai isu strategis di dalam dan luar negeri,” kata Teddy dalam keterangannya yang dikutip oleh tvrinews.com dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menyebutkan salah satu agenda yang dibahas adalah perkembangan pembangunan 10 kampus baru yang berfokus pada bidang STEM, yakni sains, teknologi, engineering, dan matematika, serta pendidikan kedokteran.
Selain itu, Presiden Prabowo, kata Seskab Teddy, juga meminta laporan terkait upaya pengembangan sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) agar mampu meningkatkan peringkat di tingkat global serta memperluas kerja sama dengan universitas terkemuka di dunia.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti perkembangan situasi di Timur Tengah yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dinamika geopolitik global.
Rapat juga membahas perkembangan mahasiswa asal Palestina yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan. Program tersebut telah berjalan sejak 2022 ketika Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Pada saat itu, Presiden Prabowo mengundang sekitar 20 hingga 40 pelajar Palestina untuk bersekolah di Indonesia. Hingga kini jumlah mahasiswa Palestina yang mengikuti program tersebut telah mencapai hampir 200 orang.
Selain isu pendidikan dan geopolitik, Presiden Prabowo turut meminta laporan mengenai kesiapan keamanan serta kelancaran arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal sekitar 10 hari lagi.
Sejumlah pejabat hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Editor: Redaktur TVRINews





