tvOnenews.com - Kabar wafatnya Vidi Aldiano masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya. Di tengah suasana duka tersebut, sejumlah pelayat memberikan kesaksian positif tentang sosok Vidi Aldiano yang dikenal sebagai pribadi baik dan hangat.
Salah satu yang turut memberikan kesaksian adalah pendakwah Habib Jafar. Ia menyampaikan pandangannya mengenai wafatnya Vidi Aldiano yang terjadi pada momen yang menurutnya memiliki makna baik.
Habib Jafar menyebut bahwa kepergian Vidi Aldiano terjadi di waktu yang istimewa, yakni pada bulan suci Ramadhan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan yang juga dikenal sebagai hari peringatan Nuzulul Quran.
- YouTube tvOnenews.com
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah kembali saudara kita, sahabat kita, keluarga kita Vidi Aldiano dalam keadaan yang terbaik. Karena di hari dan bulan yang terbaik yaitu bulan suci Ramadhan dan hari diturunkannya Al-Qur'an yaitu Nuzulul Quran 17 Ramadhan. Sehingga ini insyaallah jadi pertanda baik bagi beliau. Insyaallah beliau kembali kepada Allah bersama Al-Qur'an yang dibacanya di bulannya Al-Qur'an dan di harinya Al-Qur'an,” ujar Habib Jafar dalam Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan tvOne (8/3/2026).
Menurut Habib Jafar, terdapat beberapa tanda kebaikan yang bisa dilihat dari sosok Vidi Aldiano semasa hidupnya hingga saat berpulang. Salah satunya adalah banyaknya kesaksian dari orang-orang yang mengenalnya sebagai pribadi yang baik.
“Kemudian yang kedua, pertanda kebaikan orang yang wafat adalah disaksikan oleh banyak orang sebagai orang baik. Setidaknya 40 orang saja bersaksi bahwa beliau orang baik. Insyaallah kata Nabi Muhammad, beliau menghuni surganya Allah. Dan begitu banyak kesaksian siapa yang tidak punya foto dengan Vidi, siapa yang tidak punya chattingan dengan Vidi dan semua nuansanya tersenyum, indah, hangat sehingga insyaallah itu meyakinkan kami, sahabat kami berada dalam keadaan terbaik di sisi Allah,” lanjutnya.
Habib Jafar juga menyinggung perjalanan panjang Vidi Aldiano dalam menghadapi penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun. Ia menilai bahwa sakit yang dialami seseorang juga bisa menjadi penggugur dosa.




