Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga bertransformasi menjadi daerah yang produktif mencetak generasi penghafal Al-Qur'an. Salah satu sosok yang menjadi simbol keberhasilan visi tersebut adalah Muhammad Alman Faizan, seorang santri yang sukses menyabet predikat Juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) cabang 30 juz.
Keberhasilan Alman merupakan buah dari dedikasi luar biasa yang ia jalani selama dua tahun terakhir di Pondok Darul Imam Masjid Agung Sidrap. Bagi pemuda ini, Masjid Agung Kecamatan Maritengae telah menjadi rumah keduanya, tempat di mana ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berinteraksi dengan ayat-ayat suci.
"Saya suka menghafal di sini karena tempatnya luas. Keinginan menghafal sebenarnya sudah ada sejak SD, namun baru bisa terwujud saat duduk di bangku kelas 2 menuju kelas 3 SMP," ungkap Alman.
Namun, jalan menuju khatam 30 juz tidak selalu mulus. Alman menceritakan salah satu momen terberatnya ketika ia harus membagi fokus antara mengejar hafalan baru dan mengikuti perlombaan. Saat mengikuti lomba di Makassar untuk cabang 20 juz, ia sempat kehilangan ritme murajaah untuk juz 21 ke atas karena terlalu fokus memantapkan 20 juz awal.
"Sempat kesulitan pas di juz 27. Karena saat itu saya fokus lomba cabang 20 juz saja, otomatis juz 21 ke atas sempat hilang. Saya bahkan pernah menangis gara-gara susah mengembalikan hafalan juz 21 ke atas itu," kenangnya.
Baca juga:
Perjuangan Teguh Syukri: Rela Tak Jajan demi Hafal Al-Qur'an
Keteguhan hati Alman akhirnya terbayar tuntas pada Januari 2026 saat ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Selain prestasi, Alman mengaku merasakan perubahan besar dalam spiritualitas dan ketenangan batinnya. Ia merasa hidupnya kini jauh lebih terarah dan penuh keberkahan.
"Rasanya seperti rezeki semakin bertambah, ada rahmat Tuhan yang mengalir. Hidup saya sekarang terasa jauh lebih terang," tutur Alman.
Lahirnya penghafal Al-Qur'an seperti Alman merupakan bagian dari ekosistem religius yang sengaja dibangun di Kabupaten Sidrap. Hal ini sejalan dengan kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Sidrap yang memberikan dukungan penuh bagi pendidikan santri. Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan fasilitas agar para penghafal Al-Qur'an dapat fokus menuntut ilmu.
"Kami punya kebijakan untuk mendorong ini karena merupakan keinginan masyarakat. Sekolah formal dan nonformal harus saling bantu, sarana bantuan dan donasi juga kami dorong agar anak-anak bisa konsentrasi dan fokus belajar," tegas Bupati Syaharuddin Alrif.
Lebih lanjut, Bupati Syaharuddin berharap bahwa sinergi ini akan melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat. Ia menargetkan para santri ini nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk membawa manfaat lebih luas.




