Perum Bulog, Kementerian Pertanian sampai Polri memulai penanaman jagung serentak untuk periode kuartal I 2026. Penanaman serentak dilakukan di Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan jagung memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan dan pakan ternak nasional.
“Perum BULOG mendukung penuh berbagai inisiatif pemerintah dan lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kehadiran kami dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BULOG untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga aparat dan para petani jagung,” kata dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3).
Rizal juga berkomitmen bahwa Perum Bulog akan terus mendukung berbagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Untuk itu, Rizal memastikan distribusi pangan dapat terus berjalan optimal.
Mewakili Polri yang juga berpartisipasi dalam penanaman, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa program penanaman jagung kuartal I tahun 2026 dilaksanakan secara nasional pada periode Januari hingga Maret di lahan seluas 196.175 hektare.
Hingga awal Maret, realisasi penanaman telah mencapai lebih dari 146 ribu hektare dengan estimasi potensi produksi antara 784 ribu hingga 1,96 juta ton.
“Penanaman jagung kuartal I tahun 2026 secara nasional dilaksanakan pada periode Januari sampai Maret di lahan seluas 196.175 hektare. Kami optimistis langkah ini akan memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan nasional,” ujar Listyo.
Selain Bulog, Kementan dan Polri, penanaman jagung serentak jua melibatkan perwakilan dari Pemda setempat, Badan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia, serta para petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Dengan penanaman serentak jagung, produksi jagung diproyeksi dapat menguat sehingga bisa mendukung ketahanan pangan di tengah dinamika global sampai ketersediaan pakan ternak dalam negeri.




