Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dalam diplomasi internasional guna mendorong terciptanya perdamaian dunia yang berkeadilan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
“MUI mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dan konstruktif dalam diplomasi internasional guna mendorong terciptanya perdamaian yang berkeadilan,” ujar Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam tausiyah MUI tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia yang dirilis pada 5 Maret 2026.
“MUI menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban masyarakat sipil serta kerusakan fasilitas publik sebagai dampak meningkatnya eskalasi konflik,” kata KH Anwar Iskandar.
Menurut MUI, penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan prinsip fundamental dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“MUI menghargai dan mendukung komitmen seluruh negara di dunia untuk senantiasa menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara lain sebagai fondasi penting bagi terwujudnya stabilitas dan perdamaian dunia,” ujarnya.
Dalam pandangan MUI, konflik antarnegara juga tidak boleh melampaui batas kemanusiaan dan moralitas sebagaimana diajarkan dalam Islam.
“MUI mengingatkan bahwa hak membela diri tidak boleh melampaui batas-batas kemanusiaan dan moralitas. Dalam ajaran Islam, tindakan melampaui batas (al-i‘tidā’) dilarang keras,” kata KH Anwar Iskandar.
MUI juga menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan ukhuwah di antara negara-negara Muslim melalui komunikasi yang konstruktif serta kerja sama yang erat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai provokasi dan upaya adu domba yang dapat memperkeruh hubungan antarnegara.
Selain itu, MUI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk lebih tegas dalam menegakkan prinsip keadilan internasional serta mengambil langkah yang proporsional terhadap setiap tindakan yang melanggar kedaulatan negara dan mengabaikan kesepakatan internasional.
MUI berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik demi menjaga stabilitas global dan kemaslahatan umat manusia.
Prabowo Selesai dengan Dirinya SendiriRais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan pentingnya mendoakan pemimpin negara agar mampu menjalankan amanah dengan baik. Sebab, kebaikan seorang pemimpin akan berdampak langsung kepada kesejahteraan rakyat.
KH Miftachul Akhyar menjelaskan, dalam tradisi Islam ulama diajarkan untuk mendoakan pemimpin negara. “Imam Ahmad Bin Hambal pernah menyatakan, kalau saya punya doa yang cespleng mustajab, yang saya doakan justru pemerintah, pemimpin negara,” ujar KH Miftachul Ahyar saat berbincang dengan pengusaha sekaligus tokoh masyarakat Yusuf Hamka alias Babah Alun, dikutip Minggu (8/3).
Menurut Kiai Miftach, ketika pemimpin negara menjadi baik, maka dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat luas. “Dengan kebaikannya itu otomatis turun ke rakyat,” kata pengasuh Pondok Pesantren Akhlaq Rangkah, Surabaya.
Kiai Miftach juga menyampaikan doa agar Presiden Prabowo Subianto dapat menjalankan kepemimpinannya dengan penuh semangat serta membawa kemajuan bagi bangsa. “Maka kita doakan supaya beliau bisa menjalani dengan semangatnya begitu luar biasa,” ujarnya.
Ia menilai Presiden Prabowo merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap kepentingan bangsa dan rakyat. “Beliau itu orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Yang di dalam pikirannya itu bangsa dan rakyat,” kata Kiai Miftach.
Lebih lanjut, ia berharap berbagai upaya perbaikan tata kelola pemerintahan, termasuk pemberantasan korupsi, dapat terus dilakukan demi kesejahteraan masyarakat.
“Kita doakan beliau dengan kemudahan, kelancaran, kesuksesan. Mudah-mudahan korupsi-korupsi dibabat habis,” ujarnya.
KH Miftach juga mendorong berbagai elemen masyarakat untuk terus memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan yang diambil semakin berpihak pada rakyat dan mampu membawa kemajuan bagi Indonesia.
Di tempat yang sama, Babah Alun menyampaikan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berharap pemerintah dapat terus membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





