JAKARTA, KOMPAS.com - Gitaris Zendhy Kusuma menyayangkan berbagai komentar negatif yang diterimanya setelah video insiden di restoran Bibi Kelinci viral di media sosial.
Ia menegaskan, rekaman tersebut tidak menggambarkan konteks yang utuh, sehingga menimbulkan persepsi publik yang tidak lengkap.
“Sejak penyebaran rekaman tersebut, kami menerima berbagai respons dan komentar di media sosial yang cukup berdampak bagi kami, keluarga maupun lingkungan pekerjaan kami,” kata Zendhy dalam klarifikasinya dikutip Kompas.com, Minggu.
Baca juga: Zendhy Kusuma Ungkap Alasan Masuk Dapur Restoran Bibi Kelinci dan Marah-marah
Meski begitu, Zendhy memilih untuk tidak menanggapi komentar negatif tersebut di media sosial.
Ia meyakini, platform daring bukan tempat yang tepat untuk menyelesaikan persoalan hukum atau persoalan yang bersifat pribadi.
“Karena berbagai tuduhan dan dampak yang kami alami terus berkembang di ruang publik, pada akhirnya, pada 30 September 2025, kami memutuskan untuk melaporkan permasalahan ini ke Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” tambah dia.
Langkah hukum ini diambil sebagai upaya mencari keadilan atas tuduhan yang dinilai merugikan secara pribadi maupun profesional.
Ia juga berkomitmen untuk tetap kooperatif dengan aparat hukum.
“Pernyataan ini bukan dimaksudkan sebagai bentuk pembenaran diri, melainkan sebagai upaya untuk meluruskan berbagai informasi yang telah beredar luas di masyarakat tanpa mempertimbangkan asas praduga tak bersalah,” ujar Zendhy.
Ia pun meminta pengertian publik dan menyampaikan permohonan maaf jika peristiwa tersebut menimbulkan kegaduhan, apalagi terjadi di tengah bulan suci Ramadhan.
Menurut Zendhy, momen ini seharusnya menjadi waktu untuk introspeksi, memperbanyak kesabaran, serta memperbaiki hubungan antarsesama.
Baca juga: Zendhy Kusuma Klaim Bayar Makanan di Bibi Kelinci Dua Kali, Total Rp 1,1 Juta
Kronologi kejadian
Zendhy Kusuma datang bersama rombongan ke restoran Bibi Kelinci, Kemang, Jakarta Selatan pada 19 September 2025.
Ia datang sekitar pukul 22.00 WIB, dengan kondisi yang relatif sepi.
Mereka pun memesan beberapa makanan dan minuman untuk dibungkus.