REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco, mengumumkan pengalihan sementara pengiriman minyak mentah ke Pelabuhan Industri Yanbu. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan langkah keamanan sekaligus memastikan kelangsungan pasokan minyak.
Menurut laporan Al Ekhbariya, Aramco menyatakan sebagian pengiriman minyak mentah dialihkan ke Yanbu sebagai opsi alternatif bagi pelanggan yang tidak dapat mengakses kawasan Teluk Arab.
Baca Juga
Menlu Iran Tegaskan Permintaan Gencatan Senjata dari AS-Israel akan Ditolak, Ini Alasannya
Iran Mulai Gunakan Rudal Generasi Baru pada Ahad, Sasar Tel Aviv dan Pangkalan Udara Yordania
Iran Klaim Mampu Perang Intensif Enam Bulan di Tengah Konflik dengan AS-Israel
Dilansir Saudi Gazzette, Senin (9/3/2026), Aramco menegaskan pihaknya terus berupaya menjaga keandalan pasokan minyak global sambil memantau perkembangan situasi untuk menentukan waktu yang tepat mengembalikan operasi ke kondisi normal.
Langkah tersebut dilakukan ketika lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz masih terganggu akibat konflik yang melibatkan Iran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Data pelacakan kapal tanker minyak yang dihimpun Bloomberg menunjukkan lima kapal pengangkut minyak mentah berkapasitas besar telah memuat pengiriman di Yanbu pada bulan ini.
Volume ekspor dari pelabuhan tersebut juga dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan rata-rata pengiriman pada Februari.