Polres Bekasi Kota konfirmasi empat tewas akibat longsor Bantargebang

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Kusumo Wahyu Bintoro mengonfirmasi ada empat orang yang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3).

“Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, EW (26) pemulung, DS (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan IS (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” kata Kusumo dalam keterangannya di Jakarta.

Selain korban meninggal dunia, dua sopir truk yang dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut, yakni J (sopir truk) dan R (sopir truk).

Longsor terjadi di kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tumpukan sampah yang longsor menutup akses jalan di area TPST dan menimpa warung kopi serta beberapa truk sampah yang sedang beroperasi.

Polisi juga menduga masih ada korban lain yang tertimbun longsoran. Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung.

Baca juga: DKI lakukan stabilisasi area TPST Bantargebang cegah longsor susulan

Baca juga: Longsor sampah di Bantargebang, korban tewas bertambah jadi 4 orang

Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang saat itu sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST setelah beristirahat di warung kopi.

Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah.

Setelah kejadian tersebut, informasi langsung disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi.

Personel Piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban serta membantu proses evakuasi. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator.

Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.

Baca juga: Longsoran sampah di Bantargebang karena hujan lebat dengan durasi lama

Baca juga: Longsor di Bantargebang, polisi duga masih ada korban tertimbun

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Dekananto Eko Purwono juga langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi serta memastikan penanganan korban berjalan maksimal.

Keduanya memberikan arahan kepada personel gabungan agar fokus pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah.

Kerugian materi akibat peristiwa ini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Berikut data korban terkait longsoran di TPST Bantargebang:

Data korban selamat
1. Setiabudi (L)
2. Johan (L)

Data korban meninggal dunia
1. Enda Widayanti (P/25) (pemilik warung)
2. ⁠Sumine (P/60) (pemilik warung)
3. ⁠Dedi Sutrisno (L) (sopir truk)
4. Irwan Suprihatin (L) (sopir truk).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Nonton One Piece Live Action Season 2 Lengkap Subtitle Indonesia
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
SAKA Dorong Pertumbuhan Produksi melalui Optimalisasi Aset Migas
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rupiah Tembus Rp17.000, Cek Kurs di Bank Mandiri, BCA, BNI, BRI, Senin (9/3)
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Mendagri Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi di Kepri
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Head to Head 3 Pemain Timnas Indonesia vs Persib yang Layak Dipanggil, Statistik Ngeri Teja Paku Alam
• 29 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.