Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan stabilisasi area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang di Kota Bekasi Jawa Barat untuk mencegah potensi longsor susulan setelah peristiwa longsoran sampah di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap.
Ia mengatakan, "Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan".
Asep menjelaskan stabilisasi dan penataan dilakukan setelah area dinilai aman untuk dikerjakan.
Keselamatan petugas dan operasional layanan pengelolaan sampah menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Ia mengatakan, "Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali".
Operasional Pengelolaan Sampah Tetap BerjalanMeskipun penanganan longsor masih berlangsung pelayanan pengelolaan sampah tetap dijalankan.
Untuk menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta satu titik pembuangan sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari.
Sementara dua titik pembuangan lainnya masih dalam tahap perapihan setelah kejadian longsor.
Asep juga meminta jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di Provinsi DKI Jakarta menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.
Penundaan dilakukan hingga proses evakuasi korban selesai dilakukan.
Kebijakan tersebut bertujuan memastikan sistem pengangkutan sampah di Jakarta tetap berjalan dengan baik.
Selain itu langkah tersebut juga untuk meminimalkan antrean truk sampah selama proses penanganan di area terdampak.
Empat Orang Meninggal DuniaPeristiwa longsor timbunan sampah di TPST Bantargebang menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Para korban terdiri dari pemilik warung, pemulung, dan sopir truk Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.
Selain itu seorang pengemudi truk Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan bernama Slamet mengalami luka ringan.
Korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Menyikapi kejadian tersebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat penanganan longsor.
Operasi tersebut bertujuan memastikan keselamatan petugas, penanganan korban, serta stabilisasi area terdampak.
Pemerintah juga berupaya agar pelayanan pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih secara aman setelah penanganan dilakukan.




