Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa seorang anggotanya telah tewas setelah terluka di Arab Saudi akibat serangan Iran. Ini merupakan korban militer AS ke-7 yang tewas sejak perang dimulai.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi pasukan militer Amerika di Timur Tengah, mengatakan bahwa anggota militer tersebut tewas pada Sabtu (7/3) malam.
"Akibat luka yang diterima selama serangan awal rezim Iran di seluruh Timur Tengah," kata mereka dikutip dari AFP.
Militer AS tidak memberikan detail lebih lanjut tentang serangan tersebut dan mengatakan identitas anggota militer tersebut dirahasiakan hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarganya.
Enam anggota militer AS lainnya yang tewas sejauh ini semuanya berada di Kuwait dan juga terkena gelombang serangan balasan awal dari Iran.
Sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran mereka terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran telah menanggapi dengan gelombang serangan drone dan rudal terhadap Israel dan negara-negara di sekitar Timur Tengah tempat pasukan AS berada.
Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump dan pejabat tinggi lainnya menghadiri pemulangan jenazah enam tentara yang tewas di pangkalan militer AS di Delaware.




