Apa Itu Eco Enzyme? Cairan Serbaguna dari Sampah Organik yang Ramah Lingkungan

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eco enzyme menjadi salah satu solusi pengolahan sampah organik yang semakin dikenal masyarakat karena manfaatnya yang luas bagi rumah tangga dan lingkungan. Cairan ini dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, yang kemudian menghasilkan larutan serbaguna dengan berbagai fungsi, mulai dari pembersih rumah tangga hingga pupuk tanaman.

Dikutip dari situs resmi Waste4Change, eco enzyme, yang juga sering disebut sebagai “garbage enzyme”, dibuat melalui proses fermentasi bahan organik bersama gula dan air dalam kondisi tanpa oksigen. Dalam proses ini, mikroorganisme yang secara alami terdapat pada sisa buah dan sayuran memecah karbohidrat dan menghasilkan alkohol (etanol) atau asam asetat sebagai produk samping.

Baca Juga
  • Batang Tiru Skema Jepang, Kantong Sampah Dijual Lewat BUMDes
  • Indonesia Juara 5 Penghasil Sampah Dunia, Mendagri: Ini Wake-up Call
  • Sampah Plastik Menumpuk di Pantai Kedonganan Bali

Kandungan alkohol dan asam asetat tersebut memiliki sifat disinfektan yang mampu membunuh bakteri dan jamur. Karena itu, eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih lantai, pembersih dapur, pencuci buah dan sayuran, hingga penangkal serangga alami.

Proses pembentukan eco enzyme terjadi melalui fermentasi anaerob. Dalam kondisi tanpa oksigen, bakteri dan ragi memanfaatkan karbohidrat dari limbah organik sebagai sumber energi. Beberapa jenis ragi menghasilkan alkohol, sedangkan sebagian besar bakteri menghasilkan asam asetat. Aktivitas enzim mikroorganisme selama fermentasi inilah yang membentuk berbagai senyawa aktif dalam eco enzyme.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain sebagai disinfektan alami, eco enzyme juga memiliki nilai lingkungan yang penting karena dapat membantu mengurangi volume sampah organik. Di Indonesia, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Studi Sustainable Waste Indonesia pada 2018 menyebutkan sekitar 60 persen dari total sampah di Indonesia merupakan sampah organik.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini Senin, 9 Maret 2026: Aries Dapat Peluang Baru, Libra Diminta Lebih Bijak Soal Perasaan
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jasad Wanita Tinggal Tulang di Depok Ditemukan Anaknya Saat Bersihkan Rumah
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Terdesak Kebutuhan Lebaran, Pasutri di Ngawi Jambret Kalung hingga Tertangkap Warga
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Serangan Israel di Lebanon Telah Tewaskan 394 Orang
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Hakim Tolak Eksepsi Resbob, Kasus Hina Suku Sunda Dilanjutkan
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.