Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Tak Pedulikan Keinginan Trump

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, di tengah, menghadiri rapat umum tahunan Hari Quds, atau Hari Yerusalem, di Teheran, Iran, Jumat, 31 Mei 2019. (Sumber: AP Photo/Vahid Salemi)

TEHERAN, KOMPAS.TV - Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah ayahnya tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel, Sabtu (28/2/2026).

Terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran diungkapkan oleh Kantor Berita Iran, Fars, Senin (9/3/2026) pagi.

Baca Juga: Pakar Sorot Sikap Kim Jong-Un terhadap Trump usai Penculikan Maduro dan Pembunuhan Khamenei

Dikutip dari CNN, ia dipilih oleh Majelis Ahli Iran, sebuah badan pemilihan dengan 88 ulama sebagai anggotanya yang bertugas memilih pemimpin tertinggi.

Majelis tersebut sebelumnya baru sekali memilih pemimpin tertinggi sejak Republik Islam berdiri pada 1979.

Ketika itu, mereka memilih Ali Khamenei, setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini lebih dari tiga bulan.

Pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran, jelas bertentangan dengan keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump sebelumnya tak setuju jika Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin Iran berikutnya.

Menurut Trump, putra Khamenei bukanlah orang yang berpengaruh, dan dianggapnya memiliki kebijakan yang sama dengan Khamenei.

Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : CNN

Tag
  • mojtaba khamenei
  • ayatollah ali khamenei
  • iran
  • serangan as-iran
  • pemimpin tertinggi iran
  • majelis ahli iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Perketat Praktik Penagihan Utang Fintech, Siap-siap Didenda Rp15 Miliar!
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AS Gunakan Pangkalan Militer Inggris untuk Operasi Terhadap Iran
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Anggota DPR: TNI Perlu Terangkan dengan Jelas dan Transparan Soal Status Siaga 1
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gagal Kejar George Russell, Charles Leclerc Akui Ferrari Tak Cukup Kuat di F1 GP Australia 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Panglima TNI Perintahkan Siaga 1 Antisipasi Konflik di Timur Tengah
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.