Pantau - Mahasiswa Indonesia menampilkan berbagai unsur budaya Nusantara dalam acara Global Village yang diselenggarakan oleh organisasi AIESEC Tunisia Medina pada 6 Maret 2026 di Tunisia.
Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara yang memperkenalkan identitas budaya masing-masing melalui pameran lintas budaya.
Mahasiswa Indonesia menampilkan Tari Saman yang berasal dari Aceh sebagai bagian dari pertunjukan budaya.
Selain pertunjukan tari mereka juga memperkenalkan kuliner khas Nusantara kepada para pengunjung.
Berbagai aksesoris budaya Indonesia juga dipamerkan di booth Indonesia.
Dekorasi booth menampilkan ornamen khas Nusantara.
Para mahasiswa juga mengenakan pakaian adat Indonesia serta memamerkan kain batik sebagai bagian dari promosi budaya.
Tari Saman Tarik Perhatian PengunjungPenampilan Tari Saman mendapatkan sambutan meriah dari para pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Gerakan tari yang kompak dan ritmis menarik perhatian penonton yang memadati area acara.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah kreator konten dari Tunisia.
Di antaranya Ali Batta, Ahmed Mekni, dan Monath Jihed.
Kehadiran mereka turut memeriahkan kegiatan pertukaran budaya tersebut.
Perkuat Diplomasi Budaya IndonesiaPerwakilan mahasiswa Indonesia Presinta Kusuma menyampaikan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Ia mengatakan, "Indonesia itu negara yang kaya akan budaya, indah pemandangannya, serta beragam suku dan tradisinya. Ini kesempatan yang tidak bisa dilewatkan untuk memperkenalkan keragaman tersebut".
Perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia Tunisia Yahya Ayyasy Assayyaf menyatakan diaspora Indonesia akan terus mendukung kegiatan promosi budaya Nusantara di tingkat internasional.
Menurutnya kegiatan lintas budaya seperti Global Village dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
Kegiatan tersebut juga dapat mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Tunisia.
Partisipasi generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan kedua negara melalui kegiatan budaya.



