Penyanyi Harry Styles baru-baru ini berbagi cerita tentang perasaannya setelah kehilangan rekan satu grupnya di One Direction, Liam Payne. Harry mengungkap betapa beratnya ditinggal sahabat dalam wawancara terbaru bersama Zane Lowe di Apple Music.
"Sangat sulit kehilangan seorang teman. Sulit kehilangan teman mana pun, tetapi jauh lebih sulit lagi ketika kehilangan teman yang sangat mirip denganmu dalam banyak hal," kata Harry Styles dilansir The Guardian.
Harry mengaku sempat merasa kesulitan saat harus berduka di tengah perhatian dunia. Ia merasa aneh ketika banyak orang seolah merasa memiliki sebagian dari rasa sedihnya.
"Saya punya perasaan yang sangat kuat atas meninggalnya sahabat saya. Namun, tiba-tiba saya menyadari ada ekspektasi dari orang lain agar saya menunjukkannya dengan cara tertentu," ujar Harry.
Menurutnya, hal itu membuat perasaan yang tulus seolah dipertanyakan apabila tidak diperlihatkan ke publik. Meski begitu, di mata Harry, Liam adalah sosok yang luar biasa.
"Saya melihat seseorang dengan hati yang paling baik, yang hanya ingin menjadi orang hebat," kenang Harry.
Kepergian Liam ternyata membawa perubahan besar pada cara Harry memandang hidupnya sendiri. Momen duka itu jadi titik balik Harry untuk merenungkan apa yang sebenarnya ia inginkan dalam hidup.
"Saya pikir cara terbaik menghormati teman-teman kita yang sudah tiada adalah dengan menjalani hidup kita sepenuhnya," tutup Harry.
Sebagaimana diketahui, Liam Payne meninggal dunia pada Oktober 2024 usai jatuh dari balkon lantai tiga sebuah hotel di Buenos Aires, Argentina.
Selama berkarier di One Direction, Liam adalah bagian penting dari grup yang telah menjual 70 juta rekaman di seluruh dunia. Setelah grup tersebut bubar, Liam berkarier solo di jalur musik R&B dan mencetak hit besar lewat lagu Strip That Down.





