Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pekan ini. Sejumlah saham seperti MEDC, BREN, hingga TPIA menjadi pilihan.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan IHSG diperkirakan kembali menguji level 7.480. Jika tembus, maka IHSG berpeluang menguji support berikutnya di 7.250-7.300.
Dari global, indeks di bursa Wall Street melemah cukup signifikan pada Jumat (6/3/2026), menambah koreksi secara mingguan. Harga minyak mentah berlanjut melemah dan data tenaga kerja AS secara tak terduga mengalami penurunan.
Harga minyak WTI menguat hingga di atas level US$90/barel, sehingga membukukan penguatan mingguan terbesar sejak perdagangan minyak futures dimulai di tahun 1983.
Presiden Trump menyatakan bahwa tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Iran tanpa “penyerahan tanpa syarat” dari Iran.
Hal itu meningkatkan kecemasan investor bahwa perang akan berlangsung lebih lama dari perkiraan dan dampaknya terhadap gangguan pasokan minyak mentah berpotensi lebih lama dari estimasi sebelumnya.
Baca Juga
- Daftar 10 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini, Ada AMMN, BBRI hingga BREN
- IHSG Ditutup Melemah ke 7.699, Saham ENRG, BBCA hingga PTRO Ambrol ke Zona Merah
- IHSG Dibuka Melemah, Saham BMRI, BUMI, hingga PTRO Jatuh ke Zona Merah
Harga minyak dikhawatirkan akan berlanjut naik jika beberapa negara mengurangi atau menghentikan produksi minyaknya, meskipun Presiden Iran menyatakan tidak akan menyerang negara tetangganya lagi. Serangan Israel terhadap depot minyak Iran (7/3/2026) dikhawatirkan menambah faktor negatif.
Selain sentimen geopolitik, investor juga akan mencermati data nonfarm payrolls AS yang turun menjadi 92.000 di Februari 2026 dari 126.000 di Januari. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari 4,3%. Di tengah potensi meningkatnya inflasi karena kenaikan harga energi, data ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya stagflasi.
Pekan ini, investor juga akan mencermati data inflasi di AS dan China. Dari domestik, akan dirilis data IKK, retail sales dan penjualan otomotif.
Phintraco Sekuritas juga menyebut investor mencermati realisasi defisit APBN sebesar Rp135,7 triliun atau 0,53% dari PDB di Februari 2026, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 0,13%. Realisasi pendapatan negara sebesar Rp358 triliun atau 11,4% dari target APBN 2026, meningkat dari Rp317,4 triliun di Februari 2025.
Sementara itu, realisasi belanja negara Rp493,8 triliun, naik 41,9% YoY yang terutama didorong oleh program MBG, bansos, belanja pegawai, belanja kementerian/lembaga dan subsidi.
Adapun sejumlah saham yang menjadi top picks Phintraco Sekuritas pekan ini adalah WIIM, DOOH, NCKL, MEDC, BREN, dan TPIA.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





