IHSG diprediksi melemah seiring lonjakan harga minyak global

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Senin (9/3).

Adapun salah satu sentimen pemicunya yaitu melonjaknya harga minyak mentah di tingkat global, yang mana telah menyentuh di atas level 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

"Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.460- 7.860," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari konflik di kawasan Timur Tengah, pasukan AS dan Israel dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas militer dan menyerang infrastruktur energi Iran, termasuk depot penyimpanan minyak dan fasilitas terkait di sekitar Teheran dan provinsi Alborz, yang memicu kebakaran besar.

Baca juga: Pengamat: Dukungan pemerintah berantas "illegal gain" jaga IHSG stabil

Baca juga: IHSG ditutup melemah, investor "risk-off" imbas konflik AS-Iran

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal balistik dan drone ke Israel serta menargetkan aset militer AS, termasuk pangkalan di beberapa negara Timur Tengah

Konflik yang terus berlanjut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan perdagangan minyak dunia, mengingat kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi energi global.

Pada pagi ini pukul 07.50 WIB, Harga minyak global, di antaranya Crude Oil WTI tercatat telah menyentuh level 109,82 dolar AS per barel dan Brent Oil menyentuh 109,53 dolar AS per barel.

"Kami menilai eskalasi serangan terhadap fasilitas energi Iran berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia karena meningkatkan risiko gangguan pasokan, terutama jika konflik mempengaruhi jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak global," ujar Nico

Dari dalam negeri, pemerintah membuka opsi penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ataupun kenaikan harga BBM bersubsidi apabila lonjakan harga minyak dunia menekan APBN 2026.

Tanpa penyesuaian kebijakan, defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,6 persen dari PDB.

Kebijakan efisiensi belanja dan penundaan proyek infrastruktur dapat membantu menjaga disiplin fiskal dan menahan pelebaran defisit APBN.

Namun demikian, langkah tersebut berpotensi memperlambat realisasi proyek pembangunan dan aktivitas ekonomi di sektor konstruksi.

"Sementara itu, apabila pada akhirnya pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, dampaknya bisa memicu kenaikan inflasi,meningkatkan biaya transportasi dan logistik, serta menekan daya beli masyarakat," ujar Nico.

Pada perdagangan Jumat (6/3), bursa saham AS di Wall Street kompak melemah, di antaranya indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,95 persen ke level 47.501,55, indeks S&P 500 melemah 1,33 persen ke 6.740,02, dan indeks Nasdaq Composite turun 1,59 persen ke 22.387,68.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (6/3) pekan kemarin, IHSG ditutup melemah 124,85 poin atau 1,62 persen ke posisi 7.585,68. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,77 poin atau 1,49 persen ke posisi 776,04.

Baca juga: IHSG melemah, konflik Iran-AS sebabkan ketidakpastian arah The Fed

Baca juga: IHSG menguat seiring "bargain hunting" pasca indeks di level rendahnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono: Daya Tampung Bantargebang Sangat Terbatas, Pengiriman Sampah Harus Mulai Dibatasi
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Hashim Ungkap 27 Juta Keluarga Tinggal di Rumah Tak Layak Huni
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bingung Baru Pertama, Ini Cara Keluar dari Exambrowser di HP Android
• 37 menit lalumedcom.id
thumb
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Aspal dan Bansos Ramadan Senilai Rp13,76 M
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Urgensi Persatuan Nasional Demi Kesuksesan Pemerintahan Prabowo
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.